Pasar Tradisional juga Diterapkan Kantong Plastik Berbayar

by -2 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau retail-retail yang ada di Kota Bogor melakukan Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Pemakaian Kantong Plastik atau kresek. Langkah itu diambil berdasarkan Undang-Undang Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dan menindaklanjuti hasil sosialisasi penerapan kebijakan kantong plastik berbayar.
Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, Kota Bogor salah satu kota di antara daerah lainnya yang setuju dengan program pemerintah dalam mengurangi kantong plastik. Selain itu, Bima juga menginstruksikan agar di Balaikota tidak ada lagi botol kemasan air mineral. Jadi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus membawa botol air minuman sendiri. Selain awet, juga mengurangi sampah plastik. “Kota Bogor adalah salah satu kota di antara kota lainnya yang mendukung program pengurangan kantong plastik dan setuju dengan plastik berbayar. Saya juga minta PNS di Pemkot Bogor mengurangi plastik air kemasan,” ujar Bima ketika hadir dalam gerakan launching Plastik Berbayar dan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Taman Ekspresi, kemarin.
Adanya instruksi itu, kata Bima, sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah plastik di Kota Bogor. Sehingga, gerakan ini akan disebar ke masyarakat, pelajar SMP dan SMA melalui ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). “Jadi, semuanya harus mendukung. Kita akan lakukan pengurangan sampah plastik ini mulai dari hulu sampai hilir,” terangnya.
Penerapan sistem plastik berbayar di Kota Bogor pun saat ini, baru di pasar-pasar modern saja seperti minimarket dan supermarket. Menurut Bima, ke depan pihaknya akan menerapkan sistem plastik berbayar di pasar-pasar tradisional. “Pasti kita akan terapkan kalau sistem ini bagus. Jadi tidak hanya pasar modern saja, pasar tradisional pun nantinya akan menggunakan plastik berbayar,” paparnya.
Sementara itu, Branch Manager Alfamidi Jamalludin yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Komitmen dukungan tersebut akan diterapkan di semua retail Alfamart dan Alfamidi di Kota Bogor dengan menerapkan kantong plastik berbayar Rp200 per kantong. “Kami mengimbau kepada para konsumen Alfamart atau Alfamidi untuk bisa membawa kantong belanja sendiri dari rumah,” katanya.
Selama tiga bulan, pihaknya melakukan sosialisasi ke para konsumen yang beberlanja di dua retail tersebut. Di Kota Bogor sendiri tercatat sekitar 30 retail dengan brand Alfamart dan Alfamidi. Kasir kedua retail yang ada di setiap toko akan menyampaikan program kantong berbayar. Setelah tiga bulan, maka bisa menerapkan kebijakan kantong berbayar Rp200 per kantong. “Kami akan sediakan tas belanja berupa kantong belanja go green yang ramah lingkungan. Karena sifatnya masih sosialisasi, kami sampaikan ke konsumen untuk membawa kantong sendiri dari rumah,” jelasnya.
Masih kata Jamalludin, uang yang terkumpul dari kantong berbayar tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai program sosial. “Kami akan kerja sama kembali dengan pemerintah setempat yang mendukung program sosial dan lingkungan,” pungkasnya. (mam/b/ram/run)

Loading...