Pecat Sementara Atau Selamanya

by -0 views

METROPOLITAN.ID | Hari ini (Senin, 22/02) adalah batas akhir Inspektorat Kota Bogor melakukan investigasi terhadap masalah yang ada di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan. Hari ini juga Walikota Bogor Bima Arya bakal menentukan sikap terkait sanksi apa yang dijatuhkan kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Untung Kurniadi. Sebab selama beberapa hari ke belakang, ratusan PDAM menggelar unjuk rasa menuntut agar Bima Arya mencopot jabatan Untung Kurniadi lantaran diduga telah melakukan beberapa pelanggaran. Di antaranya, yakni pemotongan tunjangan karyawan, penyalahgunaan wewenang dan sikapnya yang tidak baik kepada setiap karyawan.
Bima Arya yang ditemui usai menghadiri launching Plastik Berbayar di Taman Ekspresi mengatakan, dirinya hingga kemarin belum mendapatkan laporan dari tim inspektorat yang telah melakukan investigasi terkait setiap permasalahan yang ada di PDAM. Namun menurut Bima, ia bakal mengakomodir setiap keluhan karyawan PDAM beberapa hari ke belakang dengan melakukan perubahan peraturan di PDAM. “Hasil investigasi saya belum mendapatkan laporan dari tim inspektoratnya. Tetapi, saya meminta besok sudah ada di meja saya bahwa hasilnya seperti apa. Saya juga saat ini ingin fokus kepada tuntutan lainnya seperti revisi tupoksi direksi, serta perubahan regulasi pemberian tunjangan kepada karyawan,” ujar Bima kepada Metropolitan.
Untuk melengkapi investigasi yang dilakukan inspektorat, Bima mengaku telah memberikan bahan-bahan investigasi. Seperti permohonan perjalanan dinas yang dilakukan Dirut PDAM yang mengajak beberapa pejabat lainnya. “Menurut laporan, dirut itu bukan perjalanan dinas tetapi liburan. Sebab, liburan tidak boleh menggunakan anggaran dinas,” terangnya.
Perjalanan dinas yang dilakukan Untung Kurniadi, menurut Bima, sebelumnya tidak ada laporannya. Padahal, perjalanan dinas tersebut menggunakan uang perusahaan. “Tidak ada laporan ke saya bahwa dirut melakukan dinas. Apalagi, ini dinasnya ke luar negeri yang menggunakan uang perusahaan. Ini jelas harus meminta izin,” paparnya.
Sementara itu, Badan Pengawas PDAM Toto M Ulum menjelaskan bahwa rekomendasi badan pengawas yang diberikan kepada walikota tersebut, merupakan rumusan bersama. Menurut Toto, rekomendasi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita memberikan rekomendasinya sesuai peraturan walikota (perwali) dan tidak bisa memberikan rekomendasi di luar itu. Maka, salah satu opsinya adalah pemberhentian sementara,” katanya.
Adanya penuntutan pemecatan Dirut PDAM, menurut Toto, itu merupakan kebijakan dari Walikota Bogor. Sebab setelah badan pengawas memberikan rekomendasi kepada walikota, tugasnya sebagai badan pengawas telah selesai. “Sekarang semuanya terserah pak wali. Sebab, tugas kita untuk memberikan rekomendasi sudah kita lakukan,” jelasnya.

SUGENG: PEMECATAN SEMENTARA AKAL-AKALAN BIMA
Kisruh tentang masalah Direktur Uatama PDAM Untung Kurniadi terus bergulir. Keputusan rekomendasi soal pemberhentian sementara Untung oleh Badan Pengawas pun diperdebatkan. Keputusan itu disebut-sebut hanya akal-akalan Walikota Bogor Bima Arya. Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya Sugeng Teguh Santoso, menyatakan sejumlah kritik atas keputusan itu.
Menurut Sugeng, ada dua hal yang sangat penting dan Walikota Bogor Bima Arya perlu ingatkan. “Pertama soal pemberhentian sementara, karena itu sanksi administratif yang diberikan pada bawahan oleh atasan. Dalam hal ini Dirut PDAM sebagi bawahan dan atasannya Walikota Bogor Bima Arya,” ujarnya.
Pemberhentian sementara, kata dia, harus dinilai bahwa sudah terdapat temuan awal pelanggaran oleh walikota terhadap kesalahan bawahannya, Untung Kurniadi sebagai Dirut PDAM. “Dalam kasus pemberhentian sementara satu bulan Untung, diduga adalah atas aspirasi 350 karyawan yang menolak Untung sebagai dirut bukan klarifikasi atas kesalahan Untung. Jika ada rekom dari Badan Pengawas PDAM itu juga hanya atas dasar aspirasi,” jelasnya.
Kedua, terkait pemeriksaan tiga hari termasuk hari libur oleh inspektorat. Tetap sama bahwa pemberhentian sementara itu harus dinilai telah ada temuan pelanggaran awal. Sugeng pun mempertanyakan poin pelanggarannya apa? Sebab belum jelas. Yang ada adalah aspirasi 350 karyawan yang minta Untung diberhentikan. Pemeriksaan inspektorat, kata Sugeng, semestinya berangkat dari temuan pelanggaran awal ini. “Nah, ini belum terklarifikasi. Jadi, scoup of work-nya inspektorat itu mau memeriksa apa?” katanya.
Jika pelanggaran awalnya belum terklarifikasi, maka cakupan pemeriksan inspektorat akan luas. Apakah pemotongan tunjangan, apakah ada dugaan korupsi, apakah kepergian ke Thailand menggunakan anggaran pemerintah, apakah memeriksa keputusan direksi PDAM yang bertentangan dengan perwali atau perda PDAM. Jadi cakupannya sangat luas, karena temuan pelanggaran awalnya belum jelas. “Nah, mampukah tiga hari untuk memeriksa dengan cakupan yang luas tersebut?” ucapnya.
Menurut Sugeng, inspektorat takkan mampu karena itu permintaan pemeriksaan tiga hari adalah formalitas belaka walikota. “Sesungguhnya sudah ada format keputusan. Pertama, bisa keputusannya diberhentikan tetap. Kedua, pemulihan jabatan UK sebagai dirut. Kesimpulan kisruh ini, penyelesaiannya tergantung pada Bima Arya sebagai Walikota,” jelasnya.
Sebelumya diberitakan, Bima Arya yang hadir saat unjuk rasa karyawan PDAM di Kantor PDAM pada Jumat lalu mengatakan bawha dirinya meminta waktu hingga Senin (hari ini, red) untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada Untung Kurniadi. “Hasil rekomendasi Badan Pengawas nantinya akan kita perkuat dengan investigasi dari inspektorat. Sebab, inspektorat saat ini sedang turun langsung ke lapangan selama 3X24 jam untuk mencari tahu kebenarannya,” ungkapnya.
Setelah investigasi inspektorat selesai, menurut Bima, ia baru akan mengambil keputusan, mau memberhentikan Untung Kurniadi sementara atau selamanya sebagai Dirut PDAM. Karena jika Untung Kurniadi merugikan PDAM, dapat diberhentikan selamanya. Namun jika hanya pelanggaran ringan, maka Untung hanya diberhentikan sementara. “Untuk saat ini, kita serahkan kepada inspektorat dulu. Tadi saya sudah minta, untuk hasilnya sudah ada di meja saya hari Senin. Maka, keputusannya hari Senin,” tandasnya. (mam/b/ram/run)