Pelayanan Tetap Berjalan Normal

by -13 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor memastikan pelayanan air bersih kepada seluruh pelanggan berjalan normal meski sedang ada aksi unjuk rasa. Loket pembayaran, pasang baru, komplain, maupun layanan administrasi tetap buka seperti biasanya.
Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tutiek Heriaty mengatakan, pelayanan pelanggan tidak terpengaruh dengan aksi unjuk rasa yang menuntut Walikota Bogor Bima Arya melengserkan Untung Kurniadi sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM. “Loket pembayaran maupun pasang baru tetap buka seperti biasanya sejak hari pertama unjuk rasa pada Rabu (17/2) lalu. Bahkan pada hari Sabtu (20/2), kita buka seperti biasa sampai siang. Alhamdulillah banyak pelanggan yang membayar tagihannya,” kata Tutiek, Minggu (21/2).
Pernyataan Tutiek ini mementahkan isu yang berkembang bahwa layanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terganggu akibat seluruh karyawan melakukan aksi unjuk rasa. “Isu itu (loket tutup) sama sekali tidak benar. Loket pembayaran dan layanan administrasi tetap buka seperti biasa. Buka pukul 07:30 WIB dan tutup pukul 16:00 WIB,” tegas wanita berjilbab ini.
Begitu pula layanan call center. Petugas masih melayani permintaan pelanggan terkait pelayanan tagihan maupun informasi lainnya. ”Masih banyak yang bertanya soal tagihan bulanan, informasi kebocoran maupun gangguan pengaliran. Alhamdulillah masih tertangani dengan baik,” kata Tutiek.
Juga halnya produksi air bersih. Ia memastikan bahwa petugas-petugas di unit sumber air baku maupun pengolahan, masih menjalankan tugasnya 24 jam. Petugas bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis) pun masih siaga 24 jam mengantisipasi gangguan pengaliran. “Unit-unit produksi dan pengolahan PDAM dijaga ketat aparat kepolisian. Ini untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan pelanggan maupun PDAM sendiri,” ujarnya meyakinkan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan unjuk rasa Abdul Rozak kembali menegaskan bahwa aksi demontrasi menuntut Untung Kurniadi mundur dari kursi Dirut PDAM ini murni inisiatif dari seluruh karyawan. “Ada informasi dari luar kalau demo kita ini ditunggangi. Itu sama sekali tidak benar. Buktinya seluruh karyawan ikut turun, termasuk kepala sub bagian (kasubag) dan kepala bagian (kabag). Demo ini berasal dari lubuk hati kita yang paling dalam,” ungkap Jack, panggilan akrabnya.
Ia menegaskan, aksi damai ini akan tetap berlangsung hingga Walikota Bogor Bima Arya mengeluarkan keputusan pemberhentian Untung Kurniadi. Meski akan terus melakukan aksi, ia meminta rekan-rekannya tetap menjaga ketertiban dan tidak terhasut oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan suasana. “Kami juga meminta teman-teman yang bertugas di bagian pelayanan untuk tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai pelanggan PDAM terganggu karena aksi ini,” tandasnya. (*/ram/run)