Pemkab Bogor Kurang Perhatikan PKBM?

by -

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dinilai kurang memperhatikan keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), khususnya mengenai sarana prasarana penunjang program pembelajaran. Salah satunya, PKBM yang ada di wilayah Kecamatan Kemang. Pengelolanya mengaku bahwa PKBM di wilayah tersebut kurang disentuh tangan Pemkab Bogor, seperti penunjang wadah edukasi untuk para warga yang memang kebanyakan dari kaum lelaki.
Menurut Ketua PKBM Kecamatan Kemang Rani Sophia, selama ini hanya ada dua lembaga PKBM yang aktif di wilayahnya, yakni PKBM Tunas Bangsa dan PKBM Cermelang. ”Awalnya jumlahnya lebih dari dua. Namun seiring perkembangan waktu serta keterbatasan sarana prasarana, banyak lem­baga PKBM yang tidak meneruskan programnya kembali alias gulung tikar,” jelasnya, kemarin.
Hal itu, lanjutnya, akibat kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi tutor hingga tempat pelaksanaan kegiatan belajar yang masih terbatas. “Untuk jadwal kegiatannya sendiri, biasanya dalam satu minggu kita mengadakan pembelajaran dua kali, yakni Senin dan Selasa. Namun, untuk tempatnya masih menumpang di SDN Bojong 2. Sebab, jumlah persertanya di atas seratus orang,” paparnya.
Rani juga mengakui bahwa ia dan para rekannya kesulitan bila mengajak masyarakat untuk bergabung mengikuti PKBM. Bahkan setiap mau Ujian Nasional (UN), tak jarang pengelola harus menjemput para perserta ke rumahnya hingga ke tempat mereka berkerja. ”Kebanyakan dari mereka takut untuk mengikuti kegiatan PKBM, lantaran takut dikenakan biaya. Padahal dalam pelaksanaannya, perserta sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Malah sebaliknya, pihak panita membagikan hadiah sebagai iming-iming,” paparnya.
Sementara Kepala Sub Bagian (Kasubag) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Kemang Emiyati menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan ke pemerintah setempat untuk membangun lokasi PKBM. Namun, sampai saat ini belum ada reasliasinya. “Kemungkinan realisasinya terhambat karena tidak adanya ketersediaan lahan. (tur/ar/ram/run)
Sebab, ada gedung bekas SDN Kemangkiara, namun itu sudah dipakai sebagai Sekretariat Gugus Pramuka Kecamatan Kemang,” ujarnya.
Namun, dengan bertambahnya jumlah perserta pada tiap tahunnya, Emiyati berharap, ke depannya keberadaan PKBM di Kecamatan Kemang, bisa lebih disentuh lagi oleh Pemerintah untuk segala kelengkapannya. Karena, dengan adanya PKBM sendiri, banyak masyarakat yang memang terbantu dalam hal edukasi, terlebih program kejar paket, itu bisa dibilang menjadi bahan pokok warga yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya,” pungkasnya. (tur/ar/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *