METROPOLITAN.ID – Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna berjanji akan merealisasikan dan mewujudkan usulan komunitas Institut Musik Jalanan (IMJ) untuk menerbitkan Kartu Bebas Ngamen di Kota Depok bagi para musisi jalanan atau pengamen yang ada di Depok.
Menurut Pradi, ide IMJ dengan Kartu Bebas Ngamen yang diterbitkan bersama Pemkot Depok ini merupakan ide positif dan ide segar yang sangat bagus. ”Kalau nanti diterbitkan, maka ini belum ada di kota lain. Ide IMJ ini sebuah ide segar yang sangat bagus,” kata Pradi.
Apalagi, kata dia, Kartu Bebas Ngamen diharapkan menjadi tanda bahwa pemilik kartu itu adalah musisi yang memiliki sikap dan tingkah positif serta bukan pengamen yang meresahkan warga atau bahkan kadang dianggap memaksa meminta uang usai bernyanyi di tempat umum. ”Yang terpenting, pemilik Kartu Bebas Ngamen ini benar-benar musisi yang menghibur dan sudah ditempa serta dibina sebelumnya di IMJ,” kata Pradi.
Sementara itu, pendiri IMJ, Andi Malewa, mengaku cukup lega dengan janji Pradi. Apalagi selama ini pihaknya sudah mengampanyekan soal rencana Kartu Bebas Ngamen ini ke masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait di Pemkot Depok untuk membahasnya. Nantinya, kata Andi, kartu itu akan beri nama ’Kartu Bebas Ngamen’ atau Depok Super Card atau Support Performer Card.
Menurut Andi, Kartu Bebas Ngamen wajib dimiliki secara gratis oleh musisi jalanan atau pengamen di Depok, namun dengan syarat tertentu. Di antaranya memiliki performance dan tingkah laku atau attitude yang baik serta menghibur. “Sebelum mendapat kartu itu, para pengamen bisa juga mendapat pembinaan di IMJ tanpa biaya apa pun,” pungkasnya. (tib/els/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here