SHARE

METROPOLITAN.ID |  YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta akan menjemput 66 warga Yogyakarta mantan anggota Geralan Fajar Nusantara (Gafatar) dari penampungan awal di Youth Center DIY, Selasa (2/2). Warga Yogya mantan anggota Gafatar ini kemudian akan ditampung lagi di Gedung Transito Yogyakarta selama tiga hari sebelum dikembalikan ke keluarganya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Pemerintah Kota Yogyakarta, Sukamto mengatakan, mantan anggota Gafatar asal Yogyakarta ini berasal dari  Kecamatan Kotagede 16 orang, Danurejan 12 orang, Umbulharjo 11 orang, dan sisanya tersebar di tujuh kecamatan lain dengan jumlah antara 2-6 orang.

“Mereka terdiri atas balita, anak-anak, dewasa, dan satu ibu hamil,” ujarnya di Balakota Yogyakarta, Senin (1/2).Meski akan dijemput dan ditempatkan di penampungan sementara, namun kata da, jika ada keluarga yang langsung akan menjemput untuk dibawa pulang maka akan dipersilakan.

 Selama di lokasi penampungan, mantan anggotta Gafatar in akan  mengikuti serangkaian kegiatan. Seperti olahraga bersama, pembekalan wawasan kebangsaan, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan lain. Keluarga yang akan menjenguk diberi waktu antara pukul 12.00-15.00 WIB.

Dari 66 warga Yogya mantan anggota Gafatar ini kata Sukamto, tiga keluarga mengaku sudah tidak memiliki aset apapun. Semua asetnya sudah ludes dijual. Selain itu, ada juga yang tidak memiliki tempat tinggal karna kontrakannya sudah habis.

Meski demikian, pemkot tidak akan terlibat terlalu jauh. Terlebih, aset milik eks Gafatar yang dijual atas kemauan dan kesadaran sendiri. Setelah tiga hari, kata Sukamto, pihaknya akan menyerahkan mantan anggota Gafatar ini ke kecamatan untuk kemudian dserahkan ke keluarga.

Diakui, Sukamto, ada juga dua pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Yogyakarta yang masuk jadi anggota kelompok tersebut. Namun satu diantaranya sudah mengundurkan diri dan satunya belum memberikan keputusan.  “Jika masih akan jadi PNS tentu akan kita bina dulu,” katanya.(REPUBLIKA.CO.ID)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY