SHARE

METROPOLITAN.ID | BEIRUT — Laporan dari lembaga dana bantuan internasional, Oxfam, pada Senin (1/2) menunjukkan beberapa negara yang banyak terlibat dalam perang saudara di Suriah termasuk Rusia, Arab Saudi dan Prancis berada di antara daftar negara yang memberi sedikit bantuan kepada para korban.

Oxfam menerbitkan laporan itu sebelum konferensi donatur di London pada Kamis bersama dengan permohonan bantuan dan pemindahan di luar negeri yang lebih besar bagi 10 persen pengungsi yang terdaftar di sejumlah negara tetangga Suriah pada akhir tahun.

Sebagian besar negara kaya memberikan kontribusi yang lebih sedikit dari jatah bantuan finansial mereka, jumlah bantuan yang sebaiknya diberikan oleh sebuah negara itu relatif bergantung pada ekonomi mereka. Negara-negara memberikan 56,5 persen dari 8,9 miliar dolar AS (sekitar 121 triliun rupiah) yang diminta oleh permohonan bantuan untuk 2015.

Rusia memberikan satu persen dari jatah mereka, dan Arab Saudi sebesar 28 persen saja dan kedua negara tidak menampung pengungsi Suriah. Pada saat yang sama, Riyadh memberikan bantuan militer terhadap para pemberontak yang bertempur melawan pemerintah Suriah dan Moskow mendukung Damaskus dengan melancarkan serangan udara terhadap kelompok pemberontak.

Di antara negara-negara Barat, Prancis yang bergabung dengan kampanye serangan udara pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok bersenjata ISIS di Suriah pada September, memberikan 45 persen dari jatah mereka, ujar Oxfam. Paris menerima sekitar 5.000 orang pengungsi Suriah pada tahun lalu.

“Minimal komunitas internasional perlu untuk memberikan dana yang diminta untuk bantuan (terhadap para pengungsi),” ujar Daniel Gorevan dari Oxfam melalui telepon.

Amerika Serikat memberikan 76 persen dari jatah yang mereka dapatkan, namun merupakan donatur tunggal terbesar. Sejumlah negara Eropa memberikan lebih dari jatah yang mereka dapatkan seperti Denmark sebesar 318 persen, Norwegia 385 persen dan Inggris memberikan sebesar 237 persen.

Kuwait memberikan 554 persen. Namun sebagian besar negara menerima sedikit jatah pengungsi dan permintaan pemindahan, dan juga berdasarkan ukuran ekonomi negara itu.(REPUBLIKA.CO.ID)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY