News, Sport and Lifestyle

Sempat Diragukan, Kini Ditto Dibanggakan

METROPOLITAN.IDMempunyai kedua orang tua yang berprofesi sebagai dokter, tak membuat Ditto Muhamad Ikhsan (21) mengikuti jejak langkah kedua orang tuanya. Bahkan Dito melenceng jauh dari kedua profesi orang tuanya yang salah satunya kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Dewi Basmala. Ditto lebih memilih menjadi seorang peneliti Bumi. Sebab, kini ia duduk sebagai mahasiswa di Fakultas Teknik Geologi di Universitas Trisakti.
Ketika Ditto lulus SMA, sang ibu Dewi Basmala memang sering menyuruhnya masuk ke Fakultas Kedokteran. Ketika itu Ditto pun mengikuti arahan sang ibu. Ia mengikuti tes di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. “Dulu ikutin saja apa yang disuruh ibu, sampai beberapa kali didaftarin,” ujar Ditto kepada Metropolitan.
Tetapi karena memang bukan rezeki dan keinginan Ditto, sehingga tes yang dijalaninya gagal. Hingga pada akhirnya Ditto mengambil Fakultas Teknik Geologi, Universitas Trisakti. “Karena masuk ke Fakultas Teknik itu banyak tantangannya. Makanya ingin saja masuk ke Fakultas Teknik ini,” terangnya.
Untuk membuktikan kepada sang ibu bahwa Fakultas Teknik Geologi ini fakultas yang pas untuk dirinya, Ditto pun mencoba meniti karir akademisnya. Hingga pada akhirnya Ditto terpilih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi. Ini bukan perjalan yang mudah. Sebab untuk menjadi ketua di organisasi intra kampus memerlukan perjuangan yang lebih. Apalagi mahasiswa di Trisakti bukanlah orang yang melek organisasi. Kampus ini pernah menorehkan tinta sejarah dalam perjuangan menembus orde reformasi. ”Banyak belajar di organisasi. Kalau dulu sempat banyak yang meragukan, sekarang pembuktian untuk menjadi kebanggan,” kata Ditto saat ditemui di rumahnya Kompleks Perumahan Yasmin, belum lama ini.
Sementara itu sang ibu Dewi Basmala memaparkan, memang pada awalnya Ditto diarahkan untuk menjadi dokter agar bisa seperti sang ayah dan ibunya. Bahkan Dewi mengaku ia beberapa kali mengatarkan anaknya untuk ikut daftar ke Fakultas Kedokteran agar sang anak bisa semangat dalam ujiannya. “Kalau mereka masuk ke kedokteran kan enak, kalau ada apa-apa bisa sharing karena saya ataupun ayahnya bergelut di bidang kedokteran,” katanya.
Tetapi ketika melihat sang anak enjoy dengan Fakultas Teknik Geologinya, Dewi pun merasa optimis bahwa jalan yang dipilih sang anak sangat tepat. Karena menurut dia ketika Ditto pulang ia sering bercerita pengalamannya tentang dunia geologi dan menun­jukan keceriaannya. “Ya saya pun jadi ikut senang ketika dia enjoy menjalani kuliahnya. Apalagi kalau dia cerita tentang bebatuan, meskipun saya tidak mengerti ya saya manggut-manggut saja,” jelasnya.
Dewi menambahkan, dengan dirinya masuk ke dalam Fakultas Teknik Geologi, Ditto bisa ikut sukses seperti dirinya sekarang. “Saya pengen terbaik buat anak-anak. Meskipun tidak sesuai yang diharapkan mungkin ini jalan yang terbaik untuk dirinya,” ujar Dewi.
Sebagai orang tua, Dewi belajar satu hal bahwasanya memang tidak bisa memaksakan kehendak dalam hal cita-cita anak. Dewi mengambil hikmah jika seharusnya ia mengikuti keinginan hati nurani anaknya untuk meraih sendiri cita-citanya. Terbukti, ketika anak masuk ke jurusan yang dia inginkan justru anak bisa mengekspresikan lebih optimal kompetensi dirinya. ”Initinya setiap orang tua juga jangan luput untuk memantau kegiatan dan teman bermain anak. Kemudian arahkan ke kegiatan yang positif,” pungkasnya. (mam/b/ram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *