SKPD Kasak-kusuk Cari Dana Talangan

by -0 views

METROPOLITAN.ID – Meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 belum bisa dicairkan, sejumlah dinas di Pemkot Tangsel kasak-kusuk mencari dana talangan atau uang modal kegiatan.
Selama dua bulan, sejumlah dinas mencari dana talangan ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel untuk melaksanakan semua program kerja dan pembangunan.
Kepala Bidang Perbendaharaan DPPKAD Kota Tangsel Yuyus Jamalus mengatakan, di antara dinas yang menggunakan uang persediaan Sekretaris Dewan (Sekwan), Sekretariat Daerah (Setda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan serta bebrapa kecamatan, biasanya untuk membayar gaji honorer, listrik dan lain-lain.
“Sudah ada beberapa dinas yang menggunakan dana persediaan dan paling besar Sekwan sebesar Rp8 miliar yang paling besar di antara dinas lain. Penggunaan dana persediaan ini sejak awal Februari dan ini dibolehkan,” katanya.
Menurut Yuyus, estimasi penggunaan uang persediaan seper-12. Pengembalian uang persediaan harus memperhitungkan penggunaan setiap bulannya ke depan harus sama rata agar perhitungan secara sistematis dan serapan mudah terkontrol.
“Dimaksud seper-12 itu, jika ada dinas anggarannya Rp15 miliar, maka Rp3 miliar digunakan. Maka sisanya Rp12 miliar dan itu dibagi selama satu tahun sehingga dihitung per bulannya Rp1 miliar,” ujarnya.
Meski menggunakan dana persediaan, kata Yunus, harus diketuk palu terlebih dahulu. Sebab jika sebelum diketuk palu atau pengesahan tidak diperbolehkan. Karena dasar hukum mengetahui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum diketahui.
“Mereka yang tidak menggunakan dana persediaan, hingga kini belum ada yang mengajukan pencairan DPA. Berharap SKPD dapat melakukan pencairan sehingga bisa melakukan kegiatan lelang dan sebagainya,” ujarnya. (ded/er/wan)