News, Sport and Lifestyle

Sukabumi Larang Jual Beli Minyak Goreng Curah

METROPOLITAN.ID – Pemerintah Kota  (Pemkot) Sukabumi mulai menyosialisasikan larangan penjualan minyak goreng curah, setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 80 Tahun 2014 tentang Minyak Goreng Wajib Kemasan.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hanafie Zein, sosialisasi dilakukan bertahap agar penjual atau distributor minyak goreng curah tidak menjual minyak goreng curah yang tidak diketahui kandungannya. “Terbitnya peraturan itu untuk mendorong para pedagang menjual minyak goreng kemasan agar terkontrol kandungannya,” katanya.
Ia menambahkan, sosialisasi dilakukan dengan cara pemantauan langsung ke lapangan, sehingga peraturan tersebut sampai dan dilaksanakan penjual. Dia optimistis pada 2016 sudah tidak ada lagi pedagang yang menjual minyak goreng curah, karena jumlah distributornya hanya sedikit sehingga mudah dalam penyampaian aturan tersebut.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah Menteri Perdagangan yang mengeluarkan peraturan tersebut dengan tujuan menjaga kesehatan masyarakat. Sebab, penggunaan minyak curah dapat  menyebabkan timbulnya penyakit dan tidak diketahui kandungan apa saja yang terdapat dalam komoditas itu.
”Walaupun harganya sedikit lebih mahal,   penggunaan minyak goreng dalam kemasan bisa diketahui kandungannya dibandingkan minyak goreng curah yang kemasannya kurang higienis,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi Ayep Supriatna mengatakan, saat ini harga minyak goreng curah di pasar tradisional di Kota Sukabumi berada di kisaran Rp9.500 per kg.
Ke depan, pihaknya belum mengetahui cara menarik minyak goreng curah di pasaran apakah melalui razia atau kegiatan lainnya. ”Kami masih menunggu instruksi pemerintah pusat untuk teknis pelaksanaan peraturan tersebut,” katanya. (bs/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *