News, Sport and Lifestyle

Tak Ingin Rugi, Sekda Tagih RKAP Sayaga

METROPOLITAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menagih Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Sayaga Wisata yang hingga kini belum diserahkan. Bagaimanapun penyusunan RKAP itu menyangkut nasib investasi daerah yang dititipkan pemerintah pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pariwisata tersebut. Tak ingin rugi, Ketua Pemegang Saham Adang Suptandar akhirnya angkat bicara.
SUDAH berulang kali pemerintah daerah (pemda) mendesak bos Sayaga Wisata membereskan RKAP 2016, namun tak juga ada hasilnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengaku sudah menagih direksi untuk secepatnya merencanakan dan mempertajam RKAP yang telah ada.
“Selaku ketua pemegang saham, saya sudah mendesak RKAP segera direncanakan. Mereka sebenarnya sudah memiliki RKAP, tapi harus dipertajam lagi,” katanya.
Mantan kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Barang Daerah  (DPKBD) Kabupaten Bogor itu menjelaskan, pihaknya tidak akan menerima serta merta RKAP yang telah disusun ketiga direksi. Sebab, pihaknya akan memastikan terlebih dulu jika penyertaan modal yang disuntikkan pada perusahaan pelat merah itu bisa membuat bisnis yang menguntungkan daerah.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti rencana pembangunan hotel di kawasan Cibinong. Sejauh ini ada beberapa alternatif lokasi untuk membangun hotel yang dimiliki Pemkab Bogor. Di antaranya di sebelah Kantor Diskominfo, Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga DPC PDI Perjuangan yang berada di sepanjang Jalan Raya Tegar Beriman, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi hotel akan dikaji kembali Tim Appraisal yang ditunjuk pemkab.
“Kalau memang ketiga direksi berminat, silakan saja. Asalkan, ada konsekuensi untuk membeli tanah itu. Kami juga akan menghitung pakai Tim Appraisal kalau menggunakan tanah milik pemerintah,” tuturnya.
Untuk itu, ia menuntut direksi PT Sayaga Wisata dapat memperhitungkan penyusunan RKAP 2016 agar bisnisnya berjalan strategis dan menguntungkan. “Direksi dituntut berpikir strategis agar di kemudian hari tidak menimbulkan masalah (sepi, red). Kapan Break Event Point (BEP)-nya kalau tidak strategis?” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sayaga Wisata Supriyadi Jufri menginginkan pembangunan hotel bisa didirikan di sebelah Kantor DPC PDIP. Sebab, daerah itu sangat strategis dan menguntungkan. “Kami sih inginnya di dekat situ yang ada di sebelah PDIP. Tapi, nanti itu akan diputuskan dalam RUPS,” ujarnya.
Sedangkan Direktur Operasional PT Sayaga Wisata Ivan Fadilah membeberkan, tahun ini pihaknya akan mengejar keuntungan dari empat bisnis lain yang terdiri dari pengembangan sentra oleh-oleh, event organizer serta tour and travel. Meski belum ditetapkan berapa keuntungan yang dihasilkan, Ivan yakin jika perencanaan yang dibuat tidak akan merugi.
“Simpelnya, keuntungan dari unit bisnis itu tentu harus lebih besar dari bunga deposito. Kalau tidak untung, lebih baik didepositokan saja uangnya,” katanya.
Seperti diketahui, dari penyertaan modal sebesar Rp75 miliar, Pemkab Bogor akan mencairkannya dalam dua termin. Termin pertama 70 persen dan kedua 30 persen. Dari total 70 persen itu, direksi akan membaginya kembali untuk dialokasikan pembelian lahan dan menjalankan unit bisnis lainnya. (rez/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *