SHARE

METROPOLITAN.ID | GUNUNGPUTRI – Galian tanah merah yang berada di RT 01/21, Kampung Kedep, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, nampaknya kebal hukum. Hingga kini keberadaannya tak pernah digubris pemerintah kecamatan maupun daerah, meski banyak penolakan dari warga sekitar. Pantauan Metropolitan di lokasi, pengusaha galian liar itu merupakan pemain lama yang sudah tidak asing lagi dan sering kali berurusan dengan aparat berwajib. Namun lantaran kekuatan uang, penegak hukum seolah tak berdaya. Alhasil, masyarakat yang dirugikan, baik warga maupun pengendara motor. Sumber yang enggan namanya dikorankan mengatakan, mobil tambang yang lalu lalang itu dibekingi seluruh elemen, baik preman maupun aparat berwajib. Bahkan, ada beberapa oknum yang mengatasnamakan wartawan. “Warga di sini resah dengan adanya aktivitas galian itu. Sebab, banyak rumah warga yang terancam longsor. Tapi, sampai sekarang belum juga ada tindakan serius baik dari Satpol PP maupun Polres Bogor,” kata sumber tersebut kepada Metropolitan, kemarin. Menurut dia, masyarakat sangat berharap penambang liar itu dapat ditindaklanjuti pihak berwajib dan pemerintah setempat memberikan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Menanggapi hal itu, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Gunungputri Siti Nurhaida seakan pasrah dengan apa yang menjadi persoalan di wilayahnya.”Tinggal tunggu tindakan pemda. Kami sebelumnya sudah klarifikasi, namun tidak dianggap,” kilahnya.Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi III Ade Suwardi berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak), namun kenyataannya semua itu hanya janji semata.(sep/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY