Wapres: Menteri juga Ada yang LGBT

by -1 views

METROPOLITAN.ID – Pro-kontra LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender) terus menjadi perbincangan. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan angkat bicara soal LGBT di tanah air.
JK mengatakan, pada pemerintahan terdahulu, Indonesia memiliki sosok menteri yang mengalami penyimpangan seksual atau LGBT. Sosok menteri itu tetap menjabat sebagai menteri, meski penyimpangan seksualnya sudah diketahui publik.
”Jika Anda ingat di Indonesia, dulu ada menteri (LGBT) dan masih menjadi menteri (saat itu). Bahkan, masyarakat sudah mengetahui dan tak masalah,” kata JK, kemarin. Namun, mantan ketua umum Golkar itu tak menyebut siapa menteri yang dimaksud.
Seperti diketahui, belakangan ramai isu LGBT di tanah air. Bahkan, lembaga seperti MUI ikut angkat bicara. MUI dan sejumlah ormas menilai, komunitas LGBT bertentangan dengan konstitusi dan hukum agama. ”Pendapat ini didasarkan pada aktivitas LGBT yang diharamkan Islam,” ujar Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat mengatakan, kaum LGBT seharusnya tidak dijauhi masyarakat, akan tetapi harus dibina agar kembali ke jalan yang benar.
Pria yang akrab disapa Romy  itu mengatakan, LGBT memang tidak diperbolehkan dalam Islam. “Kita tidak boleh menjauhi mereka. Kita malah harus mendekatinya dan coba mengubahnya agar bisa kembali ke jalan yang benar,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Bahkan, ia khawatir penyakit LGBT bisa menular. Tak menutup kemungkinan banyak orang yang saat ini belum tahu bisa tertular.
Untuk itu, Romy berharap di Kota Bogor tidak ditemukan kaum-kaum LGBT. “Sejauh ini yang kita pantau belum ditemukan kaum LGBT. Tapi, saya harap tidak ada yang seperti itu,” imbuhnya.(mam/c/dtk/mer/er/py)