METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Pemasangan stiker pengawasan di Kios Bursa Mobil Bintaro memunculkan fakta baru. Kios yang terletak di Jalan MH Thamrin, Bintaro Sektor Vll, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren itu ternyata berdiri di atas lahan milik warga atas nama Djilin bin Dulhamid.
Menurut seorang ahli warisnya, Usen (65), lahan seluas satu hektare lebih itu tak pernah diperjualbelikan kepada siapa pun, termasuk pihak Bintaro. ‚ÄúSetahu saya dari ahli waris keluarga Djilin bin Dulhamid nggak menjual kepada siapa pun. Sekarang cek saja sertifikatnya mana, nomor warkanya (nomor induk) dari mana?,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua RW 01 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren ini mengungkapkan, lahan ahli waris peninggalan kakeknya itu sudah lama berperkara, mulai dari Pengadilan Negeri Tangerang hingga masuk ke ranah Polda Metro Jaya, bahkan berakhir di Mahkamah Agung (MA) RI. “Kita sudah lama berperkara dengan Bintaro mengenai lahan ini. Dari dulu sudah belasan kali bolak-balik ke Pengadilan Negeri Tangerang, bahkan sampai ke tingkat MA, tapi MA memenangkan kita,” ungkapnya.
Akan tetapi, Usen menganggap Bintaro tak pernah mematuhi putusan MA yang telah memenangkan pihak ahli waris. “Seakan Bintaro ini mengabaikan putusan MA. Buat apa kita berperkara, ini kan sudah bertahun-tahun,” beber Usen.
Kuasa hukum ahli waris Sufrensi A Manan menilai Bintaro telah melanggar hukum. Sebab, berdasarkan putusan MA yang sudah inkrah dan sudah mempunyai kekuatan hukum dari MA seharusnya dipatuhi Bintaro. “Seharusnya dia (Bintaro, red) mematuhi putusan MA, kalau sudah dipatuhi sama dia, dia tidak usah menggunakan cara-cara yang sifatnya semau gue, seharusnya ini dibicarakan di atas meja secara bersama-sama,” ujar Frensi. (dra/els/wan)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here