Lagi, Polres Bogor Tangkap 11 Gurandil

by -

METROPOLITAN.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor kembali menangkap sebelas penambang emas liar alias gurandil yang beroperasi di Kampung Cibeureum, RT 01/10, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kemarin.
Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, penangkapan gurandil dilakukan secara bertahap sejak awal Januari 2016 dan dari lokasi berbeda. Kemarin, pihaknya menangkap sebelas gurandil di sejumlah tempat berbeda. Mereka adalah TS, WR, RD, DG, JM, DN, AM, UJ, SM, AC dan YN.
Sementara dari tersangka AJ (50) yang merupakan pemilik pengolahan emas, polisi mengamankan sembilan buah tong raksasa berdiameter 2 meter dan panjang hingga 4 meter yang digunakan untuk pengolahan biji emas. ”Sekali produksi dalam tong itu nantinya bisa menghasilkan sekitar 50 gram emas,” jelas kapolres.
Tempat pengolahan di Kampung Cibeureum itu merupakan tempat pengolahan emas yang tak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), sehingga tempat tersebut hanya menampung ampas dari hasil penambangan tanpa izin (peti).
Untuk itu, polisi menduga para tersangka yang ditangkap di Jasinga memasok bahan mereka ke Kampung Cibeureum. ”Kami menangkap pelaku dari hasil pengembangan sejak awal Januari lalu. Ada yang ditangkap di lubang galian, ada juga yang di tempat penyulingan emas di sekitar wilayah PT Antam,” ujarnya.
Dari penangkapan gurandil tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti lima buah alcon, 12 buah dinamo, empat buah tabung, dua buah tabung gas, dua buah blower, satu buah tabung bakar dan 200 karung berisikan lumpur yang mengandung emas.
Polisi hingga kini terus melakukan penyelidikan terkait penambangan emas liar ini. Para gurandil itu pun terancam Pasal 161 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara dengan hukuman penjara maksimal sepuluh tahun dan denda Rp10 miliar. (ads/c/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *