Narkoba Bertebaran di lapas paledang

by -

METROPOLITAN.ID | Keheningan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang berubah mencekam. Tadi malam, Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas Kamtib) pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mengobok-obok seisi lapas. Alhasil, napi yang menghuni tempat itu kedapatan memakai narkoba.
Pasca kaburnya tujuh tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang beberapa waktu lalu, Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas Kamtib) pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mengobrak-abrik seisi Lapas Paledang tadi malam.
Hasilnya ditemukan banyak benda-benda terlarang yang sebenarnya tak diperbolehkan berada di ruang tahanan. Yang lebih parah lagi, lima narapidana (napi) ditemukan positif mengonsumsi narkoba.
Razia dipimpin langsung Direktur Kamtib Ditjen PAS, Sutrisman. Diikuti petugas gabungan dari Kanwil Kemkumham DKI Jakarta, Kanwil Kemkumham Jawa Barat dan petugas Kepolisian dari Polres Bogor Kota. Selain itu, razia kali ini juga melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor untuk mengecek indikasi penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.
Setelah apel persiapan, petugas masuk ke ruang-ruang tahanan. Mereka memeriksa se­tiap sudut ruangan tahanan. Para napi juga diperiksa dari ujung kaki hingga ujung rambut. Setelah sekitar tiga jam melakukan pemeriksaan, petugas mendapati segudang barang-barang terlarang di dalam ruang tahanan. Dari mulai telepon genggam, speaker aktif ukuran besar dan kecil, dispenser, kompor portable, kipas angin dan barang terlarang lainnya.
Setelah menyisir seisi ruang tahanan, petugas dari BNNK Bogor menggiring para tahanan melakukan tes urine. Secara bergantian, para tahanan memasuki kamar mandi yang telah disediakan dengan membawa wadah untuk diperiksa urinenya. Di sisi lain, petugas BNNK Bogor sibuk memeriksa urine dari para tahanan yang telah menyerahkan urinenya.
Setelah pemeriksaan selesai, petugas akhirnya menemukan lima urine yang terbukti positif narkoba. Urine tersebut berasal dari dua tahanan perempuan dan tiga tahanan laki-laki.  “Dari sekitar seratus orang yang kami periksa urinenya, lima orang positif menggunakan narkoba,” kata Kepala BNNK Bogor Nugraha Setya Budi.
Menurut Budi, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap temuan penggunaan narkoba di dalam lapas. Bersama Polres Bogor Kota, dirinya akan menelusuri darima­na dan lewat siapa barang ha­ram itu bisa masuk dalam lapas.
“Kalau dari sipir pasti akan ada sanksi-sanksi tertentu dari Ditjen Lapas. Kalaupun dari luar, kami bersama Polres Bogor akan mendalami dan menelusurinya,” tegas Budi, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Direktur Kamtib Ditjen PAS Sutrisman mengatakan, pihaknya akan menelusri darimana barang haram tersebut masuk ke dalam lapas. Dirinya akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait mengusut tuntas temuan tersebut. “Narkoba jelas dilarang masuk lapas, kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Sutrisman.
Di samping itu, dirinya juga merasa heran dengan ditemukannya banyak benda terlarang yang tak diperbolehkan masuk ke dalam ruang tahanan. Dirinya berjanji akan memberi sanksi tegas jika ada keterlibatan orang dalam yang membantu menyelundupkan barang-barang tersebut.
“Kalau yang kecil-kecil mungkin bisa diselundupkan lewat pengunjung dengan berbagai modus. Tapi kalau yang besar seperti speaker aktif, tidak mungkin diselundupkan lewat tembok, pasti lewat pintu sel dan harus dibuka. Jelas pasti ada orang yang membantu memasukkannya,” geramnya.
Sutrisman berjanji akan memperketat penjagaan di setiap lapas. Hal itu dilakukan mencegah narkoba dan barang-barang terlarang lainnya masuk ke dalam lapas.
“Ini salah satu komitmen kami membersihkan lapas secara maksimal dari barang-barang terlarang, terlebih narkoba. SDM kami memang kurang makanya kami minta semua pihak terkait bersinergi seperti razia malam ini,” aku Sutrisman.
Soal tahanan yang kabur, Sutrisman akan mengevaluasi sistem penjagaan di Lapas Paledang. Jika nantinya ditemukan adanya kelalaian petugas, ia berjanji akan menindak tegas sesuai aturan. “Kalau terbukti ada kelalaian, sudah pasti diberikan sanksi tegas,” pungkasnya. (fin/c/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *