Sistem e-Tendering Belum Bisa Diterapkan Tahun Ini

by -

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman menyatakan jika program e-Tendering versi 4 belum bisa optimal dilaksanakan di 2016 ini. Namun beberapa kriteria pengadaan barang dan jasa yang sudah memungkinkan, seperti untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK), makan dan minum yang standarnya sudah jelas, tetap akan digunakan.
Untuk bisa menerapkan e-Tendering tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini akan melihat uji coba e-Tendering untuk konstruksi di DKI Jakarta yang sudah lebih luas. “Kota Bogor sekarang masih menggunakan versi 36 berdampingan dengan uji coba versi 4,” kata Usmar di ruang kerjanya, kemarin.
Dijelaskan Usmar, dalam penerapannya nanti, Program Pengembangan Kecamatan (PPK) mengindetifikasi apakah ini mau masuk jalur versi 4 (e-Tendering) atau versi 36 yang melalui proses biasa. Sebelum penetapan pemenang tender, PPK diminta mengundang kelompok kerja (pokja) agar ekspose. “Kita identifikasi semua pendukung-pendukung perusahaan yang akan mengerjakan barang dan jasa, seperti untuk jalan, turap, konstruksi, pedestrian, reservoar dan sebagainya,” terang Usmar.
Selain itu, sambungnya, pokja juga harus melakukan on the spot ke lapangan agar bisa bertemu pemilik perusahaannya. Jangan sampai yang masuk tiga besar ternyata tidak memiliki kantor. Jika hal itu terjadi, maka bisa gugur dengan sendirinya. “Yah, minimal ada jaminan dari penyedia barang dan jasa,” pungkasnya. (fad/a/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *