Ya Ampun demi Anak, Ayah Tewas Tertimpa Longsor

by -

METROPOLITAN – Natasha, korban runtuhnya Hotel Club Bali di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, yang diterjang longsor selamat dalam pelukan sang ayah, Sutanto. Bocah berusia 7 tahun itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Cimacan, Cianjur, untuk mendapatkan pertolongan.

Meski selamat, Natasha mengalami luka patah di kaki dan luka di beberapa bagian tubuhnya. Saat menjalani perawatan, Natasha pun selalu menanyakan ayahnya. Bahkan, dia menangis sambil melambaikan tangan ke arah pintu ruangan tempat dia dirawat.

Sang ibu, Lany, menceritakan, saat peristiwa terjadi dirinya tengah berada di lantai atas kamar yang ditempati anak, suami dan baby sitter (perawat bayi).

”Saya dan kedua orang tua saya selamat karena kamar mereka berada di atas kamar kami. Saya sempat melihat tembok bergeser dan lantai yang kami pijak ambruk,” katanya.

Lany mengaku sempat tidak dapat bernapas dan tidak sadarkan diri karena anak, suami dan baby sitter masih berada dalam kamar. ”Saya sadar sudah ada dalam ambulans. Saat sadar saya mencari anak dan suami saya,” imbuhnya.

Sementara itu, upaya Tim SAR melakukan evakuasi korban longsor membuahkan hasil. Tiga tamu Hotel Club Bali yang berada di kamar saat longsor terjadi ditemukan tak bernyawa.

Bun Susanto, tamu hotel di kamar 124, ditemukan pada pukul 11:41 WIB, Kamis (10/3). Tak lama Budi Tanuardi Supeno dan istrinya, Meirinawati, yang menempati kamar 125 juga ditemukan. ”Ketiganya terkurung reruntuhan puing kamar hotel,” kata Kepala Seksi Operasi SAR Jawa Barat Harsono.

Saat ditemukan, Bun berada di atas kasur. Posisinya berjongkok dengan tangan menahan desakan longsor. Harsono mengaku tim sebenarnya sudah mengetahui lokasi korban.

Harsono mengaku tercengang. Bertahun-tahun dia melakukan operasi penyela­matan di lapangan baru kali ini ia melihat aksi heroik seorang ayah yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sang anak.

”Posisi tubuh ayahnya itu menahan tekanan dinding kamar hotel dari depan, sementara bahu dan kedua tangannya menahan balok beton dari atas. Sang anak memeluk di bawah perut sang ayah,” ujar Harsono.

Berkat aksi heroik sang ayah, Natasha selamat meski mengalami luka di kaki akibat terhimpit reruntuhan bangunan. Sedangkan sang ayah mengorbankan dirinya.

Harsono menduga ketika getaran longsor mulai bergerak, korban Bun Susanto refleks berdiri dan memeluk putrinya dari atas kasur. ”Mereka tidur di kamar yang sama, begitu ada getaran kemungkinan korban berdiri dan refleks menahan desakan longsor,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, longsor menimpa bangunan Hotel Bali Club di Cipanas, Cianjur. Seorang bocah berusia 7 tahun, Natasha, selamat setelah tertimpa beton bangunan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00:30 WIB. Kala itu cuaca Kabupaten Cianjur, khususnya di Cipanas, diguyur hujan deras. ”Korban menginap bersama sembilan lainnya yang merupakan satu keluarga. Enam pengunjung hotel lainnya menyelamatkan diri saat kejadian,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu.

Tebing setinggi 60 meter yang terletak di bagian belakang hotel tiba-tiba ambruk dan menyeret bak penampungan air setinggi 5 meter yang terbuat dari beton, selanjutnya menghantam bangunan hotel hingga ambrol.(lip/dtk/er/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *