Yang Siang Masuk Pasar, Malam ke Suryakencana

by -

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB), ternyata berdampak bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar Pasar Bogor. Sebab, pada praktiknya nanti sebagian badan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dijadikan tempat PKL mangkal harus steril dan bersih. Sehingga, saat uji coba yang dilaksanakan April tidak terganggu penyempitan jalan akibat lapak PKL.
Lurah Babakanpasar Rokib Al Hudri mengaku, setelah direncanakan program SSA di seputar KRB, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada Februari lalu. “Kaitannya dengan penggeseran pedagang untuk teman-teman PKL yang biasa jualan di Otista. Ini sosilaisasi kedua dan saat ini membicarakan masalah kepindahan pedagang,” ujar Rokib di sela menyosialisasikan kepada PKL di Jalan Otista, kemarin.
Rokib juga mengatakan, baru dapat mengkoordinasi PKL yang biasa berdagang pada siang hari. Rencananya, 55 PKL yang biasa berdagang pada siang hari itu akan ditempatkan ke dalam Pasar Bogor dan lahan di belakang Plaza Bogor. Sementara untuk PKL sayuran yang biasa berdagang malam hari, akan diarahkan berdagang di sepanjang Jalan Suryakancana. Dia mengatakan, ada sekitar 500 PKL yang berdagang pada malam hari. Namun, belum semuanya tervalidasi. “Kita pernah undang untuk sosialisasi PKL malam. Namun, hanya beberapa yang datang. Untuk selanjutnya, sosialisasi PKL malam akan dilakukan Camat Bogor Tengah yang bekerja sama dengan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika). Sebab, PKL malam berada di beberapa kelurahan,” ujar Rokib Al Hudri.
Terpisah, Kepala Unit Pasar Bogor Iwan Arief Budiman mengatakan, pihaknya masih memiliki tempat menampung PKL dari Jalan Otista. Namun, itu khusus pedagang basah. Iwan juga memaparkan, selain memindahkan lokasi PKL di Jalan Otista, pemerintah perlu memperhatikan akses, sinergitas angkutan umum, penataan komoditi dan estetika kota. “Kami juga memberikan keringanan bagi para pedagang. Setelah dirasa pendapatannya stabil, baru kami akan meminta iuran,” kata Iwan.
Sementara itu, Chief Security Plaza Bogor Jack Tanjung mengatakan, Plaza Bogor memiliki lahan sekitar 47 meter yang bisa digunakan para PKL di Jalan Otista. Sehingga, sisa delapan PKL akan masuk ke Pasar Bogor. “Ada sekitar 47 meter dan kiranya itu cukup untuk 47 PKL. Namun setelah pindah, kami minta PKL tetap menjaga kebersihan,” tandas Jack Tanjung. (fad/b/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *