METROPOLITAN.ID – Petugas Satreskrim Polres Bekasi Kota membongkar septic tank yang terdapat di Klinik dr JB di Jalan Ir H Juanda, Kota Bekasi, kemarin. Dari septic tank itu ditemukan potongan tulang yang diduga tulang bayi. ”Disedot septic tank-nya dan ditemukan ada sejumlah potongan tulang kecil-kecil yang diduga tulang manusia,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Bekasi Kota Iptu Puji Astuti.

Potongan tulang kecil itu kemudian diamankan polisi sebagai barang bukti dan selanjutnya dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk diteliti. Selain membuka praktik aborsi, klinik itu juga memberikan obat-obatan peluntur janin. Sejumlah obat-obatan yang ditemukan di gudang lantai 3 ternyata telah kedaluwarsa.

Bahkan, polisi juga menetapkan lima karyawan klinik sebagai tersangka tindak pidana aborsi ilegal itu. Sementara dua pria yang berprofesi sebagai dokter, dr JB dan dr AL, masih diburu.

Polisi menggerebek klinik JB lantaran diduga melakukan praktik aborsi ilegal. Klinik itu diketahui telah berdiri 10 tahun lebih. ”Dokter yang praktik, JB dan AL (DPO) tidak memiliki izin praktik,” jelas Puji.

Menurut Puji, JB dan rekan-rekannya melakukan praktik aborsi tanpa mengantongi perizinan. Sedangkan asisten yang berpraktik hanya lulusan Sekolan Perawat Kesehatan (SPK), yakni YS alias DYT. ”Praktik aborsi dikerjakan dalam tempo 10-15 menit. Bahkan, office boy berinisial MN disuruh meracik obat,” imbuhnya. Praktik aborsi di klinik tersebut bertarif Rp2 hingga Rp3 juta. Para karyawan mendapatkan keuntungan 10 persen dari omzet praktik tersebut.(dtk/er/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here