Duh, UN di Penjara Gara-gara Cemburu

by -6 views

METROPOLITAN.ID – Hari kedua Ujian Nasional (UN), siswa SMK Widia Bhakti, VK (19), masih mengerjakan soal di Polsek Cigudeg. Dengan pengawasan polisi dan pihak sekolah, VK nampak tegang. Pelajar yang ditangkap lantaran terlibat kasus penganiayaan itu takut menghadapi proses hukum yang dijalaninya.

Lalu apa yang membuat VK berurusan dengan polisi? Ternyata penyebabnya terbakar api cemburu. Sebab, kekasih VK, Siti warga Kampung Babakanlapangan, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, kabarnya dekat dengan pria lain.

Siti merupakan pacar VK semasa duduk bareng di bangku SMP di Tangerang. Ketika bersekolah di Tangerang, VK juga tersadung masalah hukum akibat tawuran pelajar yang menyebabkan korban tertinggal pelajaran dan mengulang satu tahun.

Untuk melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda, korban memilih bersekolah lagi di SMK Widia Bhakti di Leuwisadeng. Sang kekasih pun sama meneruskan kuliahnya di perguruan swasta di Bogor. Setelah lama tak komunikasi, akhirnya korban mendapat nomor handphone Siti, akhirnya kisah percintaannya dipertemukan lagi di Bogor.

Saat menjalani hubungan dengan VK ternyata Siti mendua. Mengetahui kekasihnya menjalani hubungan lagi dengan orang lain, korban naik pitam. Korban pun mengajak Siti ke luar rumah. Setibanya di Jalan Raya Kampung Lebakwangigirang, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, pertengkaran terjadi sehingga terjadinya penganiayaan terhadap korban.  “Siti melaporkan kelakuan VK ke Polsek Cigudeg,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cigudeg AKP Asep Saepudin kepada Metropolitan.

Sebagai warga negara mereka mempunyai hak untuk mengikuti UN, meski  tersandung masalahn hukum. Saat ini VK sendiri tetap menjalankan UN seperti biasa. Namun, pengisian soalnya tak bersama teman-teman sekolah.  “Untuk pengawasannya tetap didampingi guru dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Leuwisadeng. Pelaku dijerat Pasal 351KUH Pidana ayat 1 ancaman hukumanya penjara lima tahun,” imbuh Asep.

Sebelumnya diberitakan, VK seharusnya melaksanakan UN bersama teman-temannya di SMK Widia Bhakti. Malangnya, remaja berusia 19 tahun itu justru harus mengerjakan soal UN di Polsek Cigudeg. Warga Kampung Lebakwangi, Desa Renggasjajar, Cigudeg itu baru saja ditangkap lantaran terlibat kasus penganiayaan. (ads/c/er/wan)