Habiskan Waktu untuk Bermain Softball

by -21 views

METROPOLITAN.IDBanyak keuntungan yang didapat ketika menggemari suatu olahraga. Itulah yang dirasakan Charissa Nuraini Hidayat (17), putri dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Sudah setahun ini, ia menyukai softball dan mencetak berbagai prestasi bersama timnya.

SEJAK kecil, gadis yang akrab disapa Charissa ini tak punya dasar olahraga. Saat memasuki SMAN 1 Bogor, barulah Charissa tertarik dengan olahraga asal Amerika Serikat tersebut. Menurutnya, olahraga softball itu unik lantaran belum banyak diekspos di Indonesia. Dengan alasan itulah, Charissa merasa penasaran hingga akhirnya masuk ekstrakurikuler softball di sekolahnya. “Aku itu sebelumnya nggak punya prestasi olahraga apa-apa. Cuma pas di sekolah lihat softball kok kayaknya unik. Jadi pengen coba, eh nggak tahunya seru,” kata gadis berhijab ini.

Bagi Charissa, setahun berlatih ternyata sudah lebih dari cukup. Sebab, kini ia dipercaya menjadi kapten tim softball wanita SMAN 1 Bogor. Tak hanya itu, ia juga sudah membawa timnya mencetak berbagai prestasi, seperti BI Cup, Siluet dan Madania. Semua turnamen pelajar itu tingkat nasional.

“Terakhir ini, kita juara 2 di Siluet Cup. Kalau turnamen yang di Bogor sih kami sering menang. Cuma kalau sudah tingkat nasional, karena persaingannya ketat, jadi kita belum bisa mencetak prestasi,” kata gadis kelahiran 2 Januari 1999 ini.

Untuk mendalami olahraga ini, Charissa mengaku sering cedera. Mulai dari cedera otot hingga pendarahan hidung karena terkena bola. Belum lagi masalah personal antarpemain yang kerap kali muncul. Semuanya itu disikapi Charissa sebagai risiko dan tantangan tersendiri dalam softball.

“Dukanya itu capek banget, sering cedera juga. Udah gitu, karena kita kerja tim, jadi suka ada yang salah paham terus tersinggung. Tapi terlepas dari itu semua, softball seru banget,” lanjutnya. Untuk mengasah kemampuannya, Charissa dan timnya juga rutin berlatih tiga kali seminggu.

Saat ditanya soal bidang akademik, Charissa tidak merasa terganggu. Yang penting bisa membagi waktu antara pendidikan dan hobi. Sedangkan sang ayah, Purnama Hidayat, tak pernah membatasi keinginan Charissa untuk bermain softball. Purnama pun selalu mendukung kegiatan anaknya. (cr1/b/ram/py)

Loading...