Istri Hamil Tua, Suhendi Tewas Ditonjok Tukang Pulsa

by -6 views

METROPOLITAN.IDJanin delapan bulan yang dikandung Rita Margareta Oselaga (30) bakal lahir tanpa ayah. Suami Rita, Sehendi (30), tewas dianiaya tukang pulsa, AP (31) di Kelurahan Kebonpedes, RT 01/10, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, kemarin.

Tak seperti biasanya, suasana tongkrongan Suhendi di depan konter pulsa milik tersangka AP pada Sabtu (23/4) malam begitu mencekam. Ada adu mulut yang terjadi antara API dan Suhendi. Usai cekcok, Suhendi pun dipukul di bagian muka hingga tersungkur dengan kepala belakang menghantam aspal.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Wasino mengatakan, penyebab Suhendi dipukul tersebut berawal dari AP dan Suhendi yang saling ejek, namun tak lama pembicaraannya semakin serius dan Suhendi beberapa kali menyidir AP sehingga membuat AP geram dan memukul Suhendi. “Mereka sudah lama berteman dan biasa nongkrong bareng, tetapi karena tersindir akhirnya AP memukulnya sampai tersungkur,” ujar Wasino.

Setelah pemukulan tersebut, lanjut dia, Suhendi tak langsung meninggal, namun ia sempat diantar teman-temannyanya pulang dalam keadaan sadar. Namun pada dinihari, Suhendi kesulitan bernapas hingga dilarikan ke rumah sakit. Nyawanya tak bisa diselamatkan setelah menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 04:30 WIB.

“Dari pengakuan saksi-saksi korban masih sadar ketika diantarkan pulang, tetapi setelah merasa heran ketika korban biasanya tidur mengorok namun pada saat itu tidak,” terangnya.

Satreskrim Polsek Tanah Sareal pun kini tengah memeriksa kepada saksi-saksi dan tersangka. Hasil visum menun­jukkan ada luka di bibir, mata kiri dan kepala belakang. “Kami masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi karena kami pun masih mencari motifnya ada tewasnya Suhendi ini,” paparnya.

Selain itu, kepergian Suhendi pun menjadi duka mendalam, khususnya bagi sang istri Rita yang kini tengah berbadan dua. Suhendi pun meninggalkan empat anak yang masih kecil. “Dia orangnya baik nggak pernah neko-neko, pekerja keras juga karena dia sadar mempunyai empat anak,” kata salah seorang tetangganya, Firdaus.

Suhendi bersama istrinya pun baru beberapa bulan tinggal di Kota Bogor. Sebelumnya Suhendi tinggal di Cileungsi,

Kabupaten Bofor karena ia bekerja sebagai buruh pabrik. Semenjak berhenti kerja di pabrik, Suhendi kembali ke Kebonpedes. “Suhendinya jadi buruh serabutan dan istrinya jualan pulsa. Kemarin ngobrol dia mau ngelamar kerja di pabrik lagi,” jelasnya.

Firdaus pun kaget ketika mendengar bahwa temannya meninggal. Sebab, sore harinya ia sempat bertemu korban. “Sore masih ketemu dan saya juga tidak menyangka bakal terjadi seperti ini,” katanya.

Ibu korban, Atu (60) mengatakan, anaknya mengalami sejumlah luka pada bagian kepala. Istri almarhum menangis dan sempat pingsan setelah suami tercintanya meninggal. Menurut Atu, anaknya saat dibawa sudah tak berdaya dengan sejumlah luka. “Saat terbangun sekitar pukul 05:00 WIB. Saya mendengar suara anak saya seperti tersendak dan banyak mengeluarkan darah. Tak lama, Suhendi pun meninggal,” katanya.

Almarhum Suhendi pun dimakamkan sekitar pukul 14:00 WIB di TPU Blender. Suhendi meninggalkan satu istri dan empat anak. Keluarga pun meminta polisi dapat memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. “Saya mengenal betul antara Suhendi dan AP, mereka teman kecil. Tapi saya tidak menyangka,” pungkasnya. (mam/c/pos/els/wan)