Kabupaten Bogor Krisis Penyuluh Pertanian

by -

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor rupanya tengah kekurangan tenaga penyuluh di bidang pertanian. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 200 tenaga penyuluh aktif untuk menjangkau 40 kecamatan. Padahal, idealnya dari melihat luas wilayah Kabupaten Bogor, ada 434 tenaga penyuluh yang dibutuhkan.

Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, idealnya satu desa memiliki satu penyuluh. Hal ini penting untuk mendorong pertanian di Bumi Tegar Beriman. “Sesuai luas dan jumlah desa yang ada, yakni satu desa satu orang tenaga penyuluh. Ini kalau bicara ideal,” kata Nurhayanti.
Namun, berkurangnya jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Bogor disebabkan beberapa hal. Misal, setiap tahunnya ada beberapa penyuluh habis masa kontraknya, pensiun atau dipindahtugaskan ke bagian lain dan sebagainya. Sementara di sisi lain, kuota pengangkatan pegawai di bidang ini dari pusat belum ada. “Di Kabupaten Bogor ada satu penyuluh yang terpaksa melayani tiga sampai empat desa yang jadi binaan mereka,” ungkapnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Pemkab Bogor dalam hal ini melalui dinas pertanian terus melakukan berbagai upaya yang salah satunya dengan mengem­bangkan program Penyuluh Pertanian Berbasis Masyarakat (PPBM). “Bagi saya penyuluh ini penting untuk memberi pendampingan kepada para petani atau kelompok tani binaannya. Sehingga, tujuan program pembangunan bidang pertanian di Kabupaten Bogor berjalan baik,” terang dia.
Keberadaan petugas penyuluh pertanian di setiap desa sangat penting. Pasalnya, selain harus mampu memberi binaan, mereka juga dituntut memberi pembelajaran kepada para petani atau kelompok tani yang meraka bina dengan tepat. (bis/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *