Pak Bos Mau di Kamar Mandi Juga Oke…

by -

METROPOLITAN.IDPergaulan di lingkungan pabrik dalam urusan seks mulai terang-terangan. Salah satunya yang terjadi di kawasan industri, seperti di wilayah timur Kabupaten Bogor. Sejumlah buruh pabrik wanita tak segan-segan berlaku centil dan nakal, baik kepada atasan maupun sesama buruh pria.

Seperti yang dikisahkan Jimmy (bukan nama sebenarnya), pria berkepala pelontos yang menjabat sebagai kepala produksi di salah satu pabrik garmen di bilangan Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Untuk membedakan mana buruh bispak alias bisa dipake (berhubungan seks) atau tidak bisa dilihat dari penampilan serta dandanannya. Buruh wanita bispak paling hobi mengenakan baju ketat dan dandanan sedikit menor. Terlebih di bagian bibir. ”Dari baju juga sudah kelihatan. Lalu dari cara bicaranya berbeda. Goda-godain gitu,” ujar pria berusia 42 tahun itu.

Ia juga tidak menampik memiliki buruh yang melayani di luar kantor. Kepada wartawan, ia menceritakan jabatannya sebagai kepala produksi memudahkan untuk menggauli buruh pabrik bispak yang kini menjadi istri siri ketiganya. Awalnya Jimmy tak tergiur untuk menikmati keringat anak buahnya di atas ranjang. Namun keteguhannya runtuh kala ia bertemu Fani (bukan nama sebenarnya), karyawati baru asal Sukabumi.

Menurut dia, perawakan Fani yang kini menjadi istri keduanya terbilang menawan. Buruh wanita berusia 19 tahun itu berwajah oval, mata bulat dengan tubuh yang masih kencang.

”Awalnya nggak tertarik sama karyawati bispak gitu. Tapi pas kedatangan dia, karyawati baru yang sempat bekerja sebagai kasir di minimarket buat saya ingin coba-coba,” ujarnya sembari mengisap rokok.

Selain orangnya baik dan enteng bergaul dengan siapa saja, Fani tergolong murah senyum dan terlihat ’jinak’. ”Gaya bicaranya seperti menggoda. Saya sendiri langsung berpikir untuk mendekatinya,” ujarnya. Singkat cerita, Fani jatuh ke pelukannya dan dijadikan istri kedua. ”Satu bulan pendekatan langsung aku pake (berhubungan seks) dan servisnya enak, jadi saya nikahin saja, walau nikah siri,” katanya.

Sejak itulah ia hobi mengoleksi buruh-buruh wanita untuk menjadi buruh di atas ranjang. Bahkan, hingga kini sudah sepuluh wanita yang bertugas melayaninya di atas ranjang. ”Ada sepuluh karyawati yang jadi simpanan saya. Cukup kasih uang jajan sebulan sekali. Ini lebih aman ketimbang jajan PSK,” tuturnya.

Hal itu diamini Manis (bukan nama sebenarnya). Buruh pabrik di kawasan Jalan Gunungputri ini membenarkan aksi nakal bos dan koleksi buruh ’nakal’. Di pabrik tempatnya bekerja, semua manajer memiliki koleksi buruh ’nakal’. Termasuk dirinya yang sudah tiga tahun menjadi pemuas birahi bosnya. ”Ya, kalau ditanya ada, jelas ada.

Aku sudah tiga tahun. Lagi pula kalau ngandelin gaji mana cukup buat shopping,” kata wanita mengenakan kaos ketat itu.

Sedangkan untuk tempat melayani, biasanya bermacam-macam. Mulai dari tempat sempit hingga lebar. ”Kalau bos lagi pengen di kamar mandi ruangan manajer juga jadi. Bahkan, saya lebih sering di kamar mandi, tapi mainnya cepet, paling lama 10 menit,” akunya.

“Tapi setelah di kamar mandi, kami biasa menuntaskannya di penginapan dekat pabrik saat jam istirahat atau pulang kerja seperti yang ada di Jalan Cikuda, Desa Wanaherang,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Gunungputri Kompol Hadi Wijaya tidak menampiknya. Bahkan, jajarannya bersama Satpol PP Kecamatan Gunungputri kerap melakukan razia ke kos-kosan buruh pabrik. ”Pasti ada dan kami rutin gelar razia,” jelasnya.(aji/d/er/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *