Pemukul Tukang Pulsa Terancam Tujuh Tahun Bui

by -0 views

METROPOLITAN.ID – Polisi terus menyelidiki kasus pemukulan yang menimpa Suhendi (30) warga Kelurahan Kebonpedes, RT 01/10, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor hingga korban tewas. Polisi yang sudah menangkap pelaku pun terus melakukan pemeriksaan intensif.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Wasino mengatakan, AP saat ini sudah ditahan. “Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” kata Wasino kepada Metropolitan, kemarin. “Pemeriksaan sudah kita lakukan kepada tersangka, saksi dan keluarga korban dan korban ini mengalami luka di kepala akibat dipukul AP,” tambahnya.

Wasino menjelaskan, dari pengakuan saksi, AP memukul kepada Suhendi cukup keras hingga tersungkur. Teman-teman korban langsung membawa Suhendi pulang ke rumahnya. “Ketika pulang Suhendi memang dalam keadaan sadar, namun akibat pukulan yang dilakukan AP ini membuat Suhendi meninggal. Karena dari hasil visum ditemukan luka di kepalanya,” jelasnya.

Wasino menambahkan, penyebab cekcok korban dan AP ini adalah masalah sepele. Sebab, awalnya dari ejek-ejekan namun karena tidak terima AP langsung memukul Suhendi beberapa kali hingga menyebabkan luka di wajah dan kepala. “Ini hanya gara-gara ejekan biasa saja tapi berujung maut. Banyak teman-temannya yang tidak menyangka akan menjadi seperti ini,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, istri Suhendi, Rita Margareta Oselaga (30), sedang hamil tujuh bulan. Rita pun harus merasakan kesedihan lantaran ditinggal pergi sang suami selama-lamanya. Tak hanya itu, Suhendi juga meninggalkan empat anak yang masih kecil. “Dia orangnya baik nggak pernak neko-neko, pekerja keras juga karena dia sadar mempunyai empat anak,” kata tetangganya, Firdaus.

Suhendi bersama istrinya baru beberapa bulan tinggal di Kota Bogor. Sebelumnya Suhendi tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor karena bekerja sebagai buruh pabrik. Sejak berhenti kerja di pabrik, Suhendi kembali ke Kebonpedes. “Suhendinya jadi buruh serabutan dan istrinya jualan pulsa. Kemarin ngobrol dia mau ngelamar kerja di pabrik lagi,” jelasnya. (mam/b/er/wan)