METROPOLITAN.ID – Masih ingat dengan Jessica Kumala Wongso tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin? Mendekam di penjara, gadis berusia 27 tahun itu tiba-tiba dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Kuasa hukum Jessica, Hidayat Boestam mengatakan, Jessica dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh menderita sakit saat berada di ruang tahanan Polda Metro Jaya. ”Saya hubungi agar dirujuk ke rumah sakit yang kita inginkan. Namun, pihak kepolisian membawanya ke RS Polri untuk pemeriksaan,” kata Hidayat.

Usai diperiksa, lanjut Boestam, Jessica ternyata hanya mengalami pegal. ”Semalam mamanya temenin. Perlu baluran minyak kayu putih atau balsem,” kata Hidayat.

Selain sakit, lanjutnya, Jessica juga dikabarkan turun kembali berat badannya. Hal itu dialami Jessica lantaran stres berbulan-bulan berada di balik jeruji besi. ”Kalau berat badan menurun pasti stres memikirkan dari hari ke hari, bulan ke bulan tentang hal ini. Jessica belum bisa dikeluarkan, padahal dia tak bersalah, tidak ada alat bukti yang mengarah ke dia,” jelasnya.

Seperti diketahui, Jessica sudah berada di ruang tahanan Polda Metro Jaya sejak awal Februari 2016 setelah ditetapkan sebagai tersangka penabur racun sianida di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Thamrin yang diduga menjadi penyebab tewasnya Wayan Mirna Salihin.

Jessica mendekam cukup lama di dalam tahanan, sebab penyidik Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kombes Pol Krishna Murti belum mampu membuat berkas perkara yang bisa meyakinkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI untuk bisa membawa perkara pembunuhan itu ke hadapan hakim di pengadilan. Tiga kali sudah berkas dilimpahkan, tapi sudah dua kali dikembalikan karena diduga penyidik tak memiliki alat bukti atas kasus itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabidokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin yakni Jessica Kumala Wongso benar mengeluhkan dadanya sakit pada Senin 25 April 2016 sekira pukul 21:30 WIB. ”Saat itu juga kami kirim dokter ke tahanan dan diperiksa, memang merasakan sakit, kemudian saya suruh langsung diperiksa di kakinya dan rekam jantungnya,” kata Musyafak.

Jessica kemudian dilarikan ke ruang Dokkes Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, tak ada sesuatu yang mengkhawatirkan dari kondisi kesehatan Jessica.

”Hasilnya dalam batas normal. Karena normal sehingga kita berpikir, barangkali karena otot dadanya meregang, juga barangkali punya sakit maag. Tim dokter kepolisian lalu memberi obat jenis analgetik juga obat maag,” kata dia.

Namun, Musyafak menganggap kondisi Jessica masih dalam taraf wajar, mungkin hanya stres. Apa yang dialami Jessica, menurutnya juga dialami tahanan lain. ”Saya kira wajar kalau stres. Kita pun dalam kondisi itu (di penjara), barangkali juga stres,” katanya. (viv/er/wan)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here