Usut Kasus Tenjojaya, Kejati Bidik Tersangka Baru

by -15 views

METROPOLITAN.ID – Pengusutan kasus dugaan jual beli lahan negara di lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB) PT Tenjojaya seluas 299 hektare di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi terus berlanjut. Sejumlah saksi terus dimintai keterangan tim penyidik untuk menguatkan bukti-bukti kasus yang sudah menyeret empat tersangka yakni Kades Tenjojaya berinisial S, mantan Camat Cibadak SH dan dua pengusaha UE dan R.

“Dalam kasus ini sudah ada empat tersangka, dua tersangka ditetapkan Kejari Cibadak dan dua lagi oleh Kejati Jabar. Dalam penggeledahan itu memang terdapat beberapa dokumen dan aset yang kami sita. Ini dilakukan untuk menambah kelengkapan bukti-bukti,” kata Koordinator Bidang Intelijen Kejati Jawa Barat M Idris Frayoto Sihite, kemarin.

Sejauh ini Sihite belum bisa memastikan adanya tersangka baru dalam kasus ini. Kendati demikian, ia memberi signal adanya tersangka baru. “Tersangka baru pasti ada tapi tunggu proses penyidikannya termasuk jumlah tersangka,” cetusnya.

Koordinator Lembaga Analisis Transparansi Anggaran Sukabumi (LATAS) Fery Permana mendesak tim penyidik agar menjaga profesionalisme dalam mengusut kasus lahan negara Tenjojaya. Penyidik harus bisa mengungkap otak intelektual kasus itu termasuk mengungkap aliran dana. Dalam pandangannya, tataran birokrasi tidak mungkin sebatas kades dan camat yang terlibat.

“Makanya kami meminta kepada empat tersangka agar blak-blakan, terbuka soal aliran dana ini sehingga membantu penyidik mengungkap kasus ini. Dengan begitu kasusnya akan terang benderang,” pungkasnya.

Sebelumnya Kejari Cibadak dan Kejati Jawa Barat melakukan penggeledahan ke kediaman UE di Kecamatan Cicantayan di salah satu tersangka yang kini telah ditahan di Lapas Kebonwaru, Bandung. Di kediaman UE, selain sejumlah dokumen penyidik juga menyita tiga unit kendaraan. Tak hanya itu, penyidik juga melihat dan langsung menyita lahan yang diperjualbelikan senilai Rp52 miliar tersebut. (sox/hep/els/run)

Loading...