Waspada! Sagaranten Zona Maut

by -21 views

METROPOLITAN.ID – Setiap musim hujan tiba, jalan utama Sukabumi menuju Kecamatan Sagaranten mulai diterjang longsor. Seperti jalan di Kampung Cibodas, Kecamatan Nyalindung yang ambles akibat badan jalan tergerus aliran sungai. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas dari semua arah agak tersendat. Begitupun jalan sebelum pertigaan Nyalindung mengalami patahan sehingga rusak parah sepanjang satu kilometer.

Sejumlah pengemudi angkutan umum dan barang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, mereka sering melintasi jalan tersebut yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Kabupaten Cianjur bagian selatan. Jalan ini dilintasi beberapa kecamatan, antara lain Nyalindung, Gegerbitung, Purabaya, Sagaranten, Cidadap dan Curugkembar di Kabupaten Sukabumi dan wilayah Kecamatan Cidaun, Agrabinta dan Cijati di Kabupaten Cianjur.

Informasi yang dihimpun, warga Kecamatan Sagaranten dan sekitarnya mengeluhkan kondisi jalan yang membahayakan nyawa orang ini. Sebab, akibat jalan rusak harga-harga beberapa barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup tinggi. Begitupun ongkos angkut hasil pertanian mengalami kenaikan. Warga Kampung Talaga, RT 04/06, Desa Pasanggrahan Jamsari mengatakan, harga-harga sembako mengalami kenaikan mulai Rp1.000 hingga Rp2.000 tiap komoditasnya. Ia berharap Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. “Tolong segera diperbaiki,” tegas Jamsari.

Hal senada dikeluhkan para pengemudi angkutan umum, sebab dampak dari kerusakan jalan juga mengalami sepi penumpang. Hal itu juga dialami angkutan barang, angkutan hasil bumi dan angkutan barang lainnya. Menanggapi keluhan warga akibat kerusakan jalan yang cukup parah di sejumlah titik, Ketua Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat (Fraksi Rakyat) Firman Hidayat meminta Pemkab Sukabumi segera mendorong Pemprov Jabar mempercepat perbaikan kerusakan infrastruktur yang mengalami kerusakan cukup parah. “Jalan rusak berdampak pada daya beli masyarakat,” pungkasnya. (sop/hep/els/run)

Loading...