Adu Celurit, Satu Tewas

by -17 views

METROPOLITAN.IDIsak tangis keluarga pecah saat jenazah Harry Wibawa Kusuma (22) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Warga Kampung Ciheranginpres, RT 01/06 ini tewas kehabisan darah setelah adu celurit dengan temannya, YYP (23) pada Minggu (1/5) dinihari.

Keributan Harry dan YYP yang berujung kematian itu dipicu akibat saling ejek yang terjadi di Jembatan Gantung Ciheranginpres sekitar pukul 01:30 WIB. Harry menderita luka bacok pada bagian betis kaki sebelah kanan saat berkelahi dengan YYP, warga Kampung Ciheranginpres, RT 05/06. Korban yang terluka cukup parah itu sempat dibawa keluarga ke Rumah Sakit Medika Dramaga sekitar pukul 04:30 WIB, namun nyawa korban tak tertolong.

Orang tua korban, Endit me­nu­turkan, keluarga sangat ter­kejut saat Harry dibawa pulang teman-temannya dalam kondisi terluka akibat perkelahian. Padahal, sekitar pukul 24:00 WIB Harry bersama keluarga sedang menonton TV di ruang tamu. Melihat kondisi tersebut keluarga langsung membawa Harry ke RS Medika Dramaga untuk mendapat penanganan. “Karena banyak keluar darah, akhirnya nyawa Herry tak terselamatkan dan meninggal di rumah sakit,” ujar Endit yang juga ketua RT 01 kepada Metropolitan, kemarin.

Endit mengaku, setelah berhenti kerja, sehari–hari Herry di rumah. Jika ada temannya yang datang, baru dia keluar. Di mata keluarga dia termasuk anak yang sangat penurut dan baik. Keluarga merasa kehilangan atas musibah ini dan menyerahkan ke pihak berwajib. “Keinginan terakhir Herry kepada orang tua, dia ingin kerja lagi,” kata Endit dengan raut muka sedih.

Sementara itu, Kapolsek Dramaga AKP Syaifuddin Gayo menjelaskan, perkelahian yang berujung kematian berawal dari saling ejek sesama teman sepermainan. Karena tidak terima dengan ejekan tersebut, mereka berdua janjian di Jembatan Gantung Ciheranginpres RT 01/06 untuk berkelahi satu lawan satu. Sebelumnya, Harry dan YYP pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil celurit. Sekitar pukul 01:30 WIB perkelahian pun terjadi. Saat berkelahi, keempat teman korban yaitu Rizki, Rahadian, Feri Irawan dan Irfan Praseti mencoba melerai. Namun, ketika menghentikan perkelahian, Irfan Praseti malah terkena sabetan celurit. “Akibat perkelahian tersebut, Harry mengalami luka bacok pada bagian betis kaki sebelah kanan, sedangkan YYP menderita luka bacok pada bagian punggung dan tangan sebelah kiri,” bebernya

Karena banyak mengeluarkan darah pada bagian kakinya, korban sempat dibawa ke rumah sakit namun akhirnya meninggal. Saat ini penyebab perkelahian masih dalam penyelidikan. “Jenazah korban sudah dibawa ke RS Ciawi untuk diotopsi,” kata Gayo saat ditemui di Mapolsek Dramaga, kemarin.

Ia menambahkan, saat ini anggota Polsek Dramaga bersama warga sekitar tengah mencari barang bukti dua buah celurit yang dibuang pelaku ke Sungai Ciherang. “Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian, pelaku sudah diamankan di Makopolsek Dramaga untuk proses lebih lanjut. Saya minta keluarga korban ataupun tersangka jangan mudah terprovokasi,” pungkasnya. (ads/c/els/wan)