Astratel Nusantara Siapkan Belanja Modal Rp2 Triliun

by -

METROPOLITAN.ID | TANGERANG –  PT Astratel Nusantara anak usaha PT Astra International Tbk terus melakukan ekspansi di sektor infrastruktur. Salah satu sektor yang dikembangkan ialah sektor maritim melalui pengembangan pelabuhan PT Pelabuhan Penajam Banua Taka atau Eastkal Supply Chain.

Presiden Direktur Astratel Nusantara, Irawan Santoso mengatakan, sektor maritim, terutama melalui pengembangan pelabuhan selalu menjadi sektor yang menarik dalam mendukung lini usaha Astra International.

“Untuk mendukung berbagai sektor usaha Astra International, maka kami membutuhkan pelabuhan menjadi Astra Port and Logistic Center. Pelabuhan ini baru saja mendapatkan pengesahan sebagai Pusat Logitik Berikat dan telah memperoleh izin sebagai tempat penimbunan sementara. Kami melihat banyak potensi di sektor ini,” kata dia, di Jakarta, Senin (30/5/2016).

Tahun ini, Astratel Nusantara menggelontorkan belanja modal kurang lebih sebesar Rp2 triliun meliputi berbagai sektor usaha, diantaranya jalan tol, pelabuhan serta pengolahan dan distribusi air bersih. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan Astra International masih ada pada sektor jalan tol dengan presentase 60-70%. Sisanya ada pada sektor pengolahan dan distribusi air bersih melalu kepemilikan 49% di PT Palyja.

“Pendapatan di sektor pelabuhan memang masih kecil, sebab kondisinya juga masih cooling down ya. Namun sektor pelabuhan ini tetap berpotensi ke depan. Apalagi, setelah kami mendapatkan predikat sebagai pusat logistik berikat,” ujar dia.

Di sektor jalan tol, PT Astratel Nusantara melalui lima pengusahaan jalan tol saat ini terus menggenjot pelayanan melalui pengoperasian jalan tol yang dikelolanya. Salah satunya pengelolaan Jalan Tol Tangerang-Merak melalui PT Marga Mandala Sakti (MMS) sepanjang 72,45 kilometer.

Direktur PT Astratel Nusantara yang juga merupakan Presiden Direktur PT MMS, Wiwiek Santoso mengatakan, peningkatan pelayanan pada jalan tol tangerang-Merak terus dilakukan, terutama menjelang Idul Fitri dan mudik tahun ini.

“Kami terus meningkatkan layanan kepada pengguna melalui pemeliharaan fisik untuk ruas Tangerang-Merak yang mana tahun ini biaya pemeliharaan kami mencapai Rp3,5 miliar. Itu belum termasuk drainase dan disain. Tapi poin pentingnya kami memberikan yang terbaik kepada pengguna tol,” ujar dia.

Selain tol Tangerang-Merak, Astratel Nusantara juga masih memiliki empat pengusahaan jalan tol. Diantaranya PT Marga Harjaya Infrastruktur pada ruas tol Mojokerto-Jombang (dulu Mojokerto-Kertosono) sepanjang 40,5 km dengan kepemilikan 100%. PT Marga Trans Nusantara pada ruas Tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km dengan kepemilikan 40% (tahap pembebasan lahan). PT Trans Marga Jateng pada ruas tol  Semarang-Solo sepanjang 72,6 km dengan kepemilikan 25% serta PT Trans Bumi Serbaraja pada ruas tol Serpong-Balaraja dengan panjang sekitar 30 km (kepemilikan 25%).

Untuk ruas Tol Serpong-Balaraja yang tendernya dimenangi pihak konsorsium bersama Astratel pada April 2016 lalu, sedianya pekan depan akan menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dengan pihak kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Selain ruas tol Tangerang-Merak, tiga ruas lainnya sudah ada yang operasi sambil pembebasan lahan. Sementara untuk ruas Kunciran-Serpong kalau lahan selesai tahun ini, tahun depan kami kontruksi. Sedangkan, untuk ruas Serpong-Balaraja ini baru pekan depan kami tandatangan PPJT bersama konsorsium yang lain. Jadi baru resmi pekan depan, sehingga tahap pembangunan juga akan kami mulai secepatnya, sebab seksi I sudah bebas 80% lahan,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *