Gabungan Ormas Jalan Kaki Menolak Paham Komunis

by -0 views

METROPOLITAN – Ribuan warga yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten/Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa dan longmarch, kemarin. Mereka menentang mulai bangkitnya kembali paham komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI), akhir-akhir ini. Massa awalnya berkumpul di Lapangan Merdeka sebelum akhirnya longmarch ke Balaikota Sukabumi.

Ormas yang menggelar aksi penentangan paham komunisme dan PKI, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Pancasila (PP), Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB), Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP), Sapu Jagat, kalangan ormas kepemudaan, Auris dan lain sebagainya. ”Kami menolak dan siap perang terhadap paham dan organisasi komunis,” ujar perwakilan masyarakat Sukabumi Raya yang juga Ketua FPI Kota Sukabumi Faturahman dalam orasinya.

Selain itu, mereka tidak akan merelakan sejengkal pun wilayah Sukabumi untuk dimasuki komunis dan organisasinya. Faturahman menambahkan, masyarakat Sukabumi juga meminta pemerintah tetap mempertahankan TAP MPR XXV 1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI. Oleh karena itu, warga Sukabumi akan meng hadang dan perang terhadap pihak mana pun yang akan membangkitkan PKI di Indonesia. Saat ini pergerakan paham komunis tidak kelihatan secara nyata, melainkan masih sembunyi-sembunyi. Upayanya bisa melalui berbagai lini, seperti program pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Warga, tambahnya, diminta tetap waspada menghadapi bangkitnya PKI. Misalnya dengan melaporkan kasus penyebaran simbol-smbol PKI kepada aparat keamanan untuk ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Perwakilan ormas kepemudaan Sukabumi, Olan mengatakan, para pemuda di Sukabumi juga menentang bangkitnya komunisme. ”NKRI dan Pancasila adalah harga mati,” kata dia.

Walikota Sukabumi Mohamad Muraz mengatakan, pemkot mendukung pernyataan yang disampaikan para tokoh ormas yang menolak bangkitnya PKI. ”Paham komunisme atau atheisme yang tidak percaya Allah SWT serta tidak percaya surga dan neraka itu bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” terangnya.

(rol/els/run)

Loading...