METROPOLITAN.ID – Duel yang berujung maut antara Harry Wibawa Kusuma (22) dan temannya di jembatan gantung Ciheranginpres, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, terkuak. Dari hasil penyelidikan polisi, tragedi maut itu terjadi lantaran masalah wanita.

Kapolsek Dramaga AKP Syaifuddin Gayo mengatakan, keributan antarteman itu dipicu kesalahpahaman. Menurut pengakuan tersangka, awalnya korban mendatangi kosan seorang wanita, LN yang juga teman YP. Namun di kosan itu lampu dimatikan dan pelaku tidak senang lalu menegur korban hingga berujung keributan.

Gayo menjelaskan, saat ini masih dalam proses penyelidikan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi. Setelah berkas lengkap, kata Gayo, baru bisa dilakukan reka ulang. “Kami masih menangani kasus ini,” ujarnya.

Senada dengan Gayo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ciherang Asep juga mengatakan, perkelahian anak mu­da yang berujung maut berawal dari masalah wanita.

Menurut informasi warga, kata Asep, sebelum berkelahi di jembatan gantung Ciheranginpres, keduanya sudah cekcok mulut di kosan wanita itu. Keduanya lalu janjian untuk berkelahi satu lawan satu di jembatan gantung.

Akibatnya, Harry warga Kampung Ciheranginpres, RT 01/06, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, mengalami luka bacok akibat sabetan celurit di kaki saat berkelahi dengan pelaku YYP (23) yang juga warga Ciherang.

”Setelah Harry terluka akhirnya teman korban membawanya ke rumah orang tua dan dilarikan ke RS Medika Dramaga dan meninggal di rumah sakit,” kata Asep.

Kepala Desa Ciherang Suherwin menambahkan, lantaran korban dan pelaku masih satu RW, sehingga untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, kepala desa langsung mendatangi pihak keluarga korban dan pelaku agar tak mudah terprovokasi. Sebab, masalah tersebut sudah ditangani polisi.

”Kami imbau ketua RT dan RW lebih meningkatkan lagi kegiatan ronda dan melakukan pendataan para pemilik kontrakan ataupun kosan untuk meminimalisir terjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Harry Wibawa Kusuma tewas kehabisan darah setelah adu celurit dengan temannya, YYP (23), Minggu (1/5) dinihari.

Keributan Harry dan YYP yang berujung kematian itu dipicu akibat saling ejek yang terjadi di jembatan gantung Ciheranginpres sekitar pukul 01:30 WIB. Harry menderita luka bacok pada bagian betis kaki sebelah kanan saat berkelahi dengan YYP, warga Kampung Ciheranginpres, RT 05/06. Korban yang terluka cukup parah itu sempat dibawa keluarga ke Rumah Sakit Medika Dramaga sekitar pukul 04:30 WIB, namun nyawa korban tak tertolong.

Orang tua korban, Endit, mengaku terkejut saat Harry dibawa pulang teman-temannya dalam kondisi terluka akibat perkelahian. Padahal, sekitar pukul 24:00 WIB Harry bersama keluarga sedang menonton televisi di ruang tamu.

Melihat kondisi tersebut, keluarga langsung membawa Harry ke Rumah Sakit Medika Dramaga untuk mendapat penanganan. “Karena banyak keluar darah, akhirnya nyawa Herry tak bisa terselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Endit. (ads/c/er/wan)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here