Hilangkan Stres, tak Mau Tinggalkan Anak

by -0 views

METROPOLITAN.ID – Nyoman Sakyarsih terbilang berani. Wanita berusia 32 tahun yang akrab disapa Nyomie itu nekat mengajak sang buah hati mendaki gunung. Bukan sekali dua kali, bocah laki-laki bernama Max itu bahkan sudah menjelajah gunung sejak usia lima bulan. Nyomie pun selalu berbagi pengalamannya melalui media sosial.

Menjadi hal tak biasa seorang ibu mengajak anaknya yang masih balita naik gunung berkali-kali. Gunung yang dia daki gunung yang cukup ekstrem. Nyomie yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu merupakan dokter hewan.

Ia bercerita petualangan ekstrem berawal saat dirinya duduk di bangku SMA. Hobi itu berlanjut hingga perempuan yang sehari-harinya sibuk mengoperasi berbagai hewan yang sakit itu melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di jurusan Kedokteran Hewan di Universitas Gajah Mada tahun 2008, Nyomie aktif di dunia kedokteran. Sejak memutuskan hidup sendiri, Nyomie pun memilih merawat buah hatinya. Berawal dari itulah, perempuan penyayang binatang itu terpanggil untuk kembali ke alam.

”Mungkin saat itu aku benar-benar butuh refreshing yang menantang. Saya benar-benar terpuruk dan stres, tapi tidak bisa meninggalkan anak,” kata Nyomie.

Sebagai single parent, Nyomie tak bisa menyalurkan hobinya naik gunung dengan meninggalkan si buah hati. Untuk kali pertama, Nyomie memutuskan naik Gunung Bromo bersama Maxwell Amertha, buah hatinya yang saat itu baru berusia lima bulan. Perjalanan itu menurut Nyomie dilakukan pada kisaran bulan Mei 2013.

Nyomie mengaku Max yang masih kecil sangat menikmati perjalanan ke Bromo. Saat perempuan yang sudah merintis karier di bidang kedokteran sejak 2008 itu berhenti berjalan, Max marah dengan menendang-nendang di dalam gendongan.

”Anak ternyata senang ya. Memang sebelum berangkat, semua persiapan sudah aku prepare seperti pakaian berlapis tiga untuk mengusir hawa dingin dan susu untuk Max,” ujarnya. (ind/er/wan)