Kopi Biji Salak dari Mitra Dijual di Jakarta

by -11 views

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Jatuh, bangun begitulah hal yang sering dialami setiap orang saat ingin membangun usaha. Tak terkecuali bagi pasangan suami istri asal Desa Pangu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Adalah Yani Dalita dan Meylani Kobi, yang mencoba peruntungan membuat kopi dari biji salak.Berawal pada tahun 2012, keduanya mendapatkan ide menciptakan kopi itu. Tak langsung maju, keduanya sempat diterpa rintangan dan hambatan. “Sejak kami berdua berhenti kerja, kita berinisiatif membuka usaha dengan modal simpanan yang ada. Kami lihat banyak biji salak di kampung saya yang tak terpakai, saat dicek di google ternyata biji salak banyak manfaat. Kami pun mendapat ide untuk menjadikannya kopi,” ujar Meylani.Saat dicari di internet pun kopi dari biji salak belum ada di Indonesia.”Awalnya kita kumpulkan biji salak dengan membelinya dari orang-orang, padahal sebelumnya biji salak ini tak berharga. Tapi bukan dapat dukungan, kami awalnya ditertawakan dan dianggap remeh banyak orang karena beli biji salak,” kata dia Tahap kedua dalam usaha pun ia mulai. Setelah mengumpulkan biji salak, dia lantas mencoba menyangrai biji salak. “Saat disangrai dan dihaluskan tampak memang seperti kopi. Awalnya kami sering gagal. Karena untuk meracik kopi ini saat lakukan sangrai harus pas, tidak boleh hangus ataupun mentah,” ujar ibu ini.Suaminya yang berlatar belakang chef akhirnya memutuskan untuk membeli alat sangrai serta penggilingan kopi. “Kita cobah tekuni lebih serius, kita pikirkan nama, kemasan serta segala sesuatunya,” kata dia.Nama Kobisa atau Kopi Biji Salak pun muncul. Nama itu menobatkan kopi tersebut sebagai kopi biji salak pertama di Indonesia. “Kami pertama membuat Kobisa. Tapi nama Kobisa saya lihat sekarang sudah ada di daerah luar. Tapi pemakaian nama itu sebenarnya dari marga saya Kobi dan ditamba huruf SA,” ujar Meylani.

(manado.tribunnews.com)