Petugas mengamati aliran sungai di Bendungan Pintu Air Sepuluh Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Jumat (13/2). Debit air di Bendungan Pintu Air Sepuluh Cisadane masih berada diatas status normal yang ketinggiannya mencapai 7,3 meter dengan tinggi normal 5 sampai dengan 6 meter, dan akan terus meningkat bila kawasan hulu sungai terus turun hujan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ss/mes/15

METROPOLITAN.ID | TANGERANG –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang mengenalkan sembilan cagar budaya kepada pelajar yang merupakan destinasi wisata.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Nurul Huda di Tangerang, Selasa (17/5), mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cagar budaya asli Kota Tangerang. Maka itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memasukkannya melalui Muatan Lokal (Mulok) sehingga para pelajar bisa mengetahuinya.
Selain itu, pengenalan pun dilakukan melalui berbagai kegiatan sehingga masyarakat bisa mengetahuinya dan semakin dikenal.
“Banyak yang mengenal Kota Tangerang sebagai kota industri dan jasa. Padahal ada cagar budaya disini dan ini perlu kita kenalkan,” ujarnya.
Ada sembilan bangunan yang masuk dalam cagar budaya di Kota Tangerang yang telah disahkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) dan kemudian Pemerintah Kota Tangerang menguatkannya dengan Keputusan Wali Kota Nomor 430/kep.337-Disporbudpar/2011 tertanggal 25 Agustus 2011.
Sembilan bangunan yang masuk dalam cagar budaya adalah Masjid Kali Pasir, Klenteng Boen San Bio, Klenteng Boen Tek Bio, Bendungan Pintu Air Sepuluh, Lapas Anak Pria, Lapas Anak Wanita, Lapas Pemuda, Museum Benteng Heritage sebagai nominator UNESCO dan Stasiun Kereta Api Tangerang.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya.
“Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang, akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.
(REPUBLIKA.CO.ID)
BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here