Pacarku Menikah dengan Wanita Lain

by -21 views

METROPOLITAN.ID – Namaku SS. Aku wanita berusia 27 tahun. Aku bekerja pada sebuah perusahaan sebagai distributor. Di usia yang sudah matang, tak heran jika aku mendapat banyak pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya ”kapan menikah?” Aku sendiri menyadari bahwa teman-teman seusiaku sudah punya anak dan disibukkan dengan kegiatan mengantar anak ke sekolah.

Bukannya tidak mensyukuri apa yang sudah dimilikinya saat ini, sebagai wanita normal aku juga punya harapan tinggi untuk bisa menemukan belahan jiwa. Lalu berkomitmen dan menjalani hidup bersama membangun rumah tangga.

Satu tahun lalu, jika saja Tuhan menghendaki, mungkin aku juga sudah punya kehidupan seperti teman-temannya, punya suami dan anak. Tapi sepertinya memang bukan jodoh, karena pria yang aku kenal selama lebih dari lima tahun dan pacaran dengannya empat tahun pergi meninggalkanku untuk menikah dengan wanita lain. Masalahnya memang tidak sederhana, tak dapat restu dari orang tua pihak pria.

Memang, keluarga pacarnya saat itu adalah orang berada, punya jabatan dan kekuasaan di daerah tempat pria itu tinggal. Bahkan bisa dibilang masih keturunan ningrat. Sedangkan aku hanya anak petani. Karena masalah status sosial yang berbeda tersebut, orang tua pacarku tak suka. Alasannya banyak dan mengada-ada, kurang ini lah kurang itu lah, bahkan dibilang kurang cantik, nggak pantas jadi istri.

Padahal aku selalu mengusahakan agar bisa diterima orang tua dia. Tapi setiap ingin datang ke rumah, selalu ditolak. Apalagi yang bisa aku lakukan? Cara terakhir adalah meminta bantuan Tuhan. Aku salat malam setiap hari agar hati orang tua pacarku bisa terbuka dan mau menerimaku.

Tapi karena bukan jodoh, semakin lama pacarku menghindar pelan-pelan. Terlihat dari gelagatnya yang mulai susah dihubungi, mulai cuek dan tak begitu banyak bicara.

Aku sebenarnya sadar ada yang berbeda dengan pacarku. Tapi aku masih percaya bisa mempertahankan hubungan kami. Pada akhirnya, kata ”putus” itu pun terucap, pacarku tak bisa mempertahankan hubungan yang menurutnya tak ada kemajuan ini. Aku hanya menangis mendengar keputusannya. Aku bahkan sampai jatuh sakit karena patah hati. Jangan kira hal seperti ini hanya terjadi di sinetron, ini juga terjadi di kehidupan nyata. Hingga beberapa bulan kemudian aku mendapat kabar bahwa mantan pacarku tersebut sudah menikah dengan wanita lain.

Butuh banyak waktu untuk bisa melupakan sang pacar dan menyingkirkannya dari pikiran. Hingga kemudian aku bertemu seseorang yang bisa mengobati luka hatiku. Seseorang yang memberi perhatian yang tak muluk tapi intens. Ditambah, kami berada dalam satu kantor, frekuensi bertemu pun lumayan sering. Tapi luka hati yang sebelumnya membuat teman saya ragu dan lebih berhati-hati.

Apalagi aku juga memikirkan tentang status dia yang ternyata seorang duda. (els/py)
Seperti yang diceritakan SS pada http://indo-stories.blogspot.co.id

Loading...