Pemkab Tangerang Masih Andalkan Industri Dan Properti

by -

METROPOLITAN.ID | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang masih mengandalkan potensi investasi di sektor industri pengolahan dan properti untuk menggenjot realisasi investasi tahun ini.

Berdasarkan Kajian Ekonomi Regional yang dirilis Bank Indonesia, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp1.9 triliun dan penanaman modal asing (PMA) US$44 juta pada kuartal I/2016.

Realisasi PMDN Kabupaten Tangerang menempati peringkat pertama terbanyak dengan nilai proyek mencapai 39 buah se-Banten pada kuartal I/2016. Padahal, pada kuartal I/2015, investasi PMDN terbanyak diraih oleh Cilegon dengan nilai Rp350,2 miliar.

“Dua sektor itu masih menjadi prioritas investasi di Kabupaten Tangerang. Kami sudah melakukan sejumlah upaya untuk menggenjot investasi, salah satunya dengan menyederhanakan prosedur kemudahan investasi sesuai dengan instruksi pemerintah pusat,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsad.

Hingga saat ini, Kabupaten Tangerang memiliki setidaknya enam kawasan industri antara lain Putra Dayu Perkasa, Sinar Serpong Raharja, Adhi Balaraja, Kencana Cisadane, dan Cikupa Mas.

Sejumlah pengembang nasional antara lain PT Alam Sutera Realty Tbk., Sinar Mas Land, Paramount Land, dan PT Ciputra Residence juga mulai memperluas ekspansi bisnisnya ke Kabupaten Tangerang.

Untuk menggenjot realisasi ivestasi, pada tahun ini Pemkab Tangerang telah meluncurkan Weekend Service (layanan perijinan di akhir pekan) dan One Day Service (layanan perijinan satu hari selesai). Adapun, Weekend Service dilakukan setiap hari Sabtu, sedangkan One Day Service dilaksanakan setiap hari Sabtu di minggu ketiga.

Weekend Service menerima semua jenis perizinan sedangkan One Day Service melayani pengurusan SIUP, dan TDP Non Penanaman Modal Asing. Pelayanan tersebut merupakan perwujudan dari pelayanaan prima kepada masyarakat sekaligus memangkas stigma pelaku usaha tentang rumitnya proses pengurusan izin.

Pasalnya, dirinya mendapatkan laporan bahwa masih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang mengeluhkan pengurusan izin membutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses birokrasi yang rumit.

Sebelumnya, Bupati Tangerang Ahmed Zakli Iskandar mengungkapkan latar belakang pembukaan pelayanan saat akhir pekan dan perizinan satu hari selesai adalah banyaknya keluhan masyarakat yang membutuhkan pelayanan perizinan yang cepat dan efisien.

Tak hanya itu, guna memuluskan pundi-pundi investasi untuk membangun perekonomian Kabupaten Tangerang, dirinya mulai melakukan penataan kawasan kumuh secara bertahap hingga 2018.

“Pada tahun ini, kawasan Dadap dan Ciatus. Lalu akan bertahap sampai ke wilayah Kronjo pada tahun depan. Siapa sih yang mau investasi kalau kawasannya kumuh dan jelek, makanya revitalisasi ini merupakan bagian dalam memuluskan target investasi Kabupaten Tangerang,” katanya.

Saat ini, jumlah permukiman kumuh di Kabupaten Tangerang mencapai 496 kawasan yang meliputi kawasan kumuh 369,39 hektar, jumlah rumah kumuh 50.796 unit, dan jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut 207.457 jiwa.

“Seiring dengan bertumbuhnya perekonomian di Kabupaten Tangerang, kami akan terus memaksimalkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung iklim investasi,” ucapnya.

(thepresidentpostindonesia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *