Wah, Meja Korban Pembunuhan dan Perkosaan Selalu Basah

by -1 views

METROPOLITAN.ID – Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun siswi SMP 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, meninggalkan cerita mistis. Kini teman-teman satu kelas Yuyun merasakan keanehan pada bekas meja almarhumah di sekolah tersebut yang selalu terlihat lembap dan basah.

Awalnya teman-teman Yuyun menganggap bangku paling depan sebelah kiri persis di dekat pintu masuk kelas itu basah karena air. Mereka pun mengelapnya agar kering. Namun setelah dilap, meja itu kembali basah. ”Begitu seterusnya,” kata teman Yuyun, Rima.

Karena takut, akhirnya meja bertuliskan “Yuyun” itu disimpan di gudang dan diganti dengan yang baru. Meski telah diganti baru, tapi siswa di kelas itu tidak ada yang berani menduduki lantaran takut. Keanehan pada meja Yuyun, menurut Rima, dirasakan teman-teman sekelasnya setelah korban dinyatakan hilang.

Rima pun mendoakan semoga arwah Yuyun diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan para pembunuhnya mendapat hukuman setimpal. Setelah kasus Yuyun terungkap, Rima mengaku trauma. Dia ta­kut berjalan sendiri dan membatasi diri untuk tidak terlalu sering keluar rumah selain pergi ke sekolah.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kemarin memanjatkan doa di makam bocah yang diperkosa dan dibunuh pelaku yang berjumlah 14 orang. Isak tangis mewarnai ziarah itu.

Khofifah mengatakan, foto wajah pelaku harus disebar di ruang publik agar diketahui masyarakat. ”Kalau di banyak negara sebetulnya ada yang sudah memberikan social punishment. Ini diberikan dalam bentuk menyebarkan fotonya di ruang-ruang publik,” ujar Khofifah.

Selain menyebar foto pelaku di tempat umum, hukuman tambahan yakni kebiri juga perlu diterapkan. Hukuman ini diyakini dapat membuat jera para pelaku. ”Bisa dalam bentuk zat kimia yang menidurkan saraf libidonya yang variatif 10, 12 ada juga yang 15 tahun,” imbuhnya.

Hukuman ini sebenarnya sedang digodok pemerintah melalui penyusunan Perppu. Namun, hingga kini Perppu hukuman kebiri belum disahkan. (tem/dtk/er/wan)