News, Sport and Lifestyle

Harapan Ahok-Djarot di HUT DKI Jakarta

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Dua pemimpin Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, memiliki harapan masing-masing pada hari ulang tahun ke-489 Jakarta, yang jatuh pada Selasa (22/6) hari ini.

Harapan Basuki, dia ingin membangun lebih banyak unit rusun di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Basuki ingin menambah unit rusun hingga 50.000 unit.

“Target saya tahun ini, harus bangun 50.000 (unit),” ujar Basuki alias Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/6/2016).

Jika melihat ke belakang, Basuki kerap melakukan penertiban di sejumlah kawasan, di antaranya Kampung Pulo, Kalijodo, dan Pasar Ikan.

Warga yang terkena dampak penertiban tersebut kemudian dipindahkan ke rumah susun. Menurut Basuki, rusun merupakan tempat tinggal yang lebih manusiawi daripada rumah mereka sebelumnya.

Selain itu, kawasan yang ditertibkan juga bisa dikelola untuk program pengembalian ruang terbuka hijau (RTH) dan normalisasi Sungai Ciliwung.

Harapan lain yang ingin diwujudkan Basuki adalah membangun lagi ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

“Terus bangun sebanyak mungkin RPTRA juga, supaya orang Jakarta itu ada tempat berkumpul,” ujar pria yang dikenal dengan nama Ahok ini. Adapun RPTRA merupakan salah satu program pembangunan andalan Ahok. Ia ingin RPTRA dibangun di setiap kelurahan.

Dia berharap warga bisa berkumpul, berinteraksi, dan saling memperhatikan dengan adanya RPTRA ini. Dengan demikian, jika ada indikasi bahaya di lingkungan masing-masing, maka warga bisa cepat mendeteksinya.

Perubahan mental warga

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, masih banyak hal yang harus diperbaiki di Jakarta di usianya yang ke-489. Perbaikan tersebut bukan hanya dalam pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan mental warga dan birokrat.

“Banyak dong yang harus diperbaiki baik fisik dan non fisik,” ujar Djarot.

Ia mengatakan, warga harus meningkatkan rasa memiliki terhadap Jakarta. Hal tersebut harus ditunjukkan dengan cara menjaga lingkungan masing-masing.

Selain itu, warga Jakarta dinilainya harus menaati peraturan daerah yang ada. “Enggak hanya mementingkan hak, tapi malah mengabaikan dia punya kewajiban,” ujar dia.

Djarot mengatakan, perubahan mental yang sama juga harus dilaksanakan oleh aparat pemerintahan sendiri.

“Kami berusaha maksimal untuk melayani sepenuh hati. Kita berusaha maksimal membangun pemerintahan tuh yang bersih. Tapi itu enggak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat,” ujar Djarot.

Selain perubahan mental masyarakat dan pemerintahannya, Djarot menilai perubahan fisik Jakarta tetap harus terus dilakukan.

“Kemudian penataan trotoar yang masih rusak, pembersihan saluran air gorong-gorong, masih banyak yang harus kita kerjakan dan harus tetap berkelanjutan,” ujar Djarot. (Jessi Carina)

(http://regional.kontan.co.id/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *