Jumlah Janda di Depok Semakin Meningkat

by -

METROPOLITAN.ID |DEPOK– Kaum perempuan di Kota Depok yang menjadi janda karena perceraian dalam tiga tahun belakangan ini semakin meningkat dibandingkan yang rujuk. Jumlah janda di Depok semakin meningkat, kurun Januari-Mei 2016 ada 1.400 pasangan yang mengajukan gugatan cerai.

“Sejak awal Januari hingga awal Mei 2016 ini tercatat ada sekitar 1.400 pasangan yang memilih bercerai dibandingkan rujuk,” kata Kepala Humas PNA Kota Depok, Suryadi, Kamis (2/6). d

Hampir 80 persen dari 1.400 kasus perceraian tersebut gugatan di Pegadilan Negeri Agama (PNA) Kota Depok, berasal dari istri atau wanita yang ingin mengakhiri kehidupan rumah tangganya yang diperkirakan jumlah hingga akhir tahun 2016 bisa mencapai 3.500 lebih perkara.

Upaya mengurangi jumlah gugatan perkara perceraian di PNA Kota Depok, imbuh dia, sesuai peraturan Kementerian Agama No. 1 tahun 2016 sebelum masuk ke PNA harus dilakukan mediasi terlebih dahulu kepada pasangan yang bermasalah tersebut. “Mediasi itu dilakukan selama satu bulan dengan tujuan agar pasangan itu kembali rujuk dan kembali bersatu dalam kehidupan berrumah tangganya,” tuturnya.

Namun tingkat keberhasilan agar pasangan yang mengajukan gugatan percerai dapat kembali rujuk ternyata hanya berhasil 6 persen dari jumlah kasus itu, ujarnya yang menambahkan data yang ada untuk perceraian di PNA Depok tahun 20113 tercatat 3000 perkara, tahun 2014 meningkat 3.400 perkara dan tahun 2015 bertambah lagi menjadi 3.800 perkara.

Tekanan Ekonomi

Ditambahkan, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Depok, Supiyanto, hampir kebanyakan kasus perkara perceraian yang terjadi di wilayah Depok tak lain dari tekanan ekonomi.

Untuk menjalin kehidupan rumah tangga memang dibutuhkan kedewasaan baik dari suami maupun istri karena dalam hubungan suami istri sangat dibutuhkan adalah kebahagiaan dan kesejahteraan bukan hanya sebatas material saja.

Pentingnya kegiatan penataran bagi pasangan yang ingin melanjutkan ke jejang pernikahan yang dilaksanakan Kantor Urusan Agama (KUA) sangat penting untuk menghindari serta memperkecil permasalahan setelah melangsungkan pernikahan atau menjadi suami istri.

“Yang jelas KUA memfasilitasi kursus untuk calon pengantin yang ingin melakukan pernikahan agar mereka selalu siap secara lahir batin dalam mengarungi biduk rumah tangga serta meminimalisir angka perceraian,” tuturnya termasuk penjelasan berkaitan dengan materi mengenai hak dan kewajiban suami serta istri, menjelaskan prinsip dasar perkawinan dan wawasan terhadap Agama.

(Pos Kota)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *