MNC Caplok 7000 Meter Tanah Warga?

by -

CIGOMBONG – Dua warga Desa Wa­tesjaya, Blok Cileutuh yakni H Ahmad Armun dan H Suparman menuding pihak MNC telah menyerobot tanah milik me­reka. Parahnya, tanah dengan luas 7000 meter persegi tersebut sudah masuk plo­ting tanah MNS dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Ahli waris H Ar­mun, Yati (43) mengungkapkan, tanah milik ayahnya tersebut sudah dicaplok seluas 3800 meter persegi. Sedangkan milik H Suparman seluas 3.200 meter per­segi.

“Awalnya kami tidak tahu jika tanah kami terkena dampak pemerataan tanah oleh pihak MNC. Namun, kami kaget ketika melihat tanah warisan orang tua kami terkena aktivitas cut and fill pihak MNC,” bebernya kepada Metropolitan, kemarin.

Padahal, lanjut Yati, pihaknya belum pernah menjual tanah tersebut kepada pihak mana pun. Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mengajukan protes dan menggelar musyawarah di kantor kecamatan. Yati merasa ada kejanggalan dengan kegiatan cut and fill yang dilakukan MNC. Sebab, tak pernah merasa menju­alnya namun terkena dampak pembangu­nan. “Kami akan menuntut hak kami sam­pai kemana pun,” ketusnya lagi.

Terpisah, Sekretaris Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nga­diyo menjelaskan, pihaknya dan pihak PU akan mengukur ulang tanah tersebut. Pihaknya belum bisa memutuskan hasil musyarawah yang telah dilakukan ber­sama pihak sengketa. “Belum ada kepu­tusan. Maka dari itu, pihak ahli waris bersama pihak MNC dan BPN akan mengadakan pengukuran ulang,” papar­nya.

Kendati demikian, Ngadiyo mengaku belum mengetahui kapan pengukuran tanah tersebut bakal dilakukan. Dirinya bakal mempelajari data tanah sengketa terlebih dahulu sebelum akhirnya mela­kukan pengukuran ulang. “Setelah semu­anya dilakukan termasuk pengukuran ulang, maka hasilnya baru bisa diumumkan,” tutupnya.

(nto/b/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *