Ngajib Ringkus Pembunuh Buruh Garmen

by -4 views

METROPOLITAN – Polisi berhasil mengungkap misteri terbunuhnya buruh garmen asal Sukabumi Heti Sulastri (19) yang ditemukan tewas di kamarnya. Korban ternyata dibunuh kekasihnya sendiri bernama Sipaul Hikmah (20) alias SP. Menurut po­lisi, pada malam kejadian atau Sabtu (28/5) sekitar pukul 20:30 WIB, ter­sangka SP mendatangi rumah korban di Kampung Leuwikeked, RT 27/05, Desa Berekah, Kecamatan Bojong­genteng, diantar seorang tukang ojek bernama Mijan.

Sehabis berhubungan intim dengan korban di rumah itu, tersangka mene­rima pesan singkat di ponselnya dari perempuan lain. Pesan itu diduga di­baca korban hingga memicu perteng­karan. Karena gelap mata, tersangka mengha­bisi nyawa korban. ”Me­reka sempat berhubung­an badan, setelah itu tiba-tiba ponsel tersangka berbunyi. Ada pesan singkat dari seorang pe­rempuan yang mengajak tersangka untuk jalan-jalan malam mingguan. Pesan itu di­duga dibaca korban hingga terjadilah pertengkaran. Pelaku yang kalap ke­mudian mencekik korban dan mem­bekapnya dengan bedcover hingga lemas,” terang Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib, kemarin.

Usai melakukan perbuatannya, tersangka kemudian melarikan diri melalui jendela kamar korban. Untuk menutu­pi perbuatannya, ter­sangka sengaja mengam­bil sejumlah barang berharga milik korban, di antaranya perhiasan dan dua buah ponsel. ”Ponsel korban disimpan di lemari kamar tersang­ka. Sementara perhiasan korban, tersangka mengaku membuangnya ke Sungai Pamatutan. Saat melarikan diri, pelaku menghubungi Mijan yang mengantarnya ke rumah korban,” lanjut Ngajib.

Tersangka berhasil dibekuk polisi pada Senin (30/5) sekitar pukul 20:30 WIB di kediamannya yang berada di Desa Gununggendut, Kecamatan Kalapanunggal. ”Alhamdulillah ka­susnya cepat terungkap dan tersang­ka kita amankan tanpa perlawanan,” ujar Ngajib.

Sementara itu, saat korban ditemu­kan tewas pada Minggu pagi (29/5), tersangka SP sempat mendatangi rumah duka dan pura-pura bersedih. Bahkan, sejumlah wartawan sempat melakukan wawancara dengan ter­sangka yang saat itu memang menga­ku sebagai kekasih korban dan sem­pat mengantarnya saat pulang kerja. ”Saya masih sempat berkirim pesan singkat sampai jam dua belas malam. Pas pagi tadi, saya kaget dapat kabar bahwa dia jadi korban pembunuhan,” tutur tersangka, saat itu.

(de/els/run)

Loading...