Pekerjakan Tetangga, Sehari Sanggup Produksi 1.050 Pak

by -16 views

Biskuit berisi tape singkong atau biasa disebut kue gabin merupakan kue yang digemari masyarakat. Melihat potensi bisnis kue ditambah pengalaman bekerja selama tiga tahun di pabrik kue, Makmun Fauzi (36) warga Kampung Dukuh Tengah, RT 02/02, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, memutuskan membuka usaha kue gabin isi tape singkong. Tiga tahun menggeluti usaha kue gabin, akhirnya ia bisa menyekolahkan keempat anaknya dan mempekerjakan warga sekitar.

Laporan: Ade Sumantri

MAKMUN mengaku sangat terin­spirasi dengan saudaranya yang men­gatakan bahwa semua orang bisa jadi pengusaha. Dengan bermodalkan pengalaman bekerja di perusahaan kue, akhirnya ia mencoba merintis usaha kue.

Pada tahun 2013 dengan dukungan keluarga akhirnya mulai mempro­duksi kue gabin. Meski usianya baru sekitar tiga tahun, omzet bisnis ma­kanan ini tergolong besar. “Kini, omzet per bulan dari bisnis kue gabin tape telah mencapai ratusan ribu dengan kapasitas produksi 1.050 pak per hari,” ujar bapak empat anak ini.

Banyak orang membuat kreasi kue gabin beraneka rasa. Namun, ia mem­pertahankan gabin isi tape singkong karena nilai jual di pasaran banyak digemari dibandingkan yang lain. Bahan baku yang digunakan untuk membuat gabin dari tepung, gula, tape yang dibelinya di Pasar Bogor dan Pasar Leuwiliang. “Bahan utama biskuitnya beli jadi di perusahaan saudara,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, tam­pilan gabin buatannya lain daripada yang lain. Ia pun memberi kreasi toping aneka rasa untuk mempermanis tam­pilan. Sedangkan untuk harga, satu paknya dijual Rp3.300.

Ia mengatakan, kemenangan terbe­sarnya terjadi saat bisnis gabin tape mampu menjadi sumber mata pen­caharian masyarakat sekitar. “Kunci sukses untuk membuka usaha tentu­nya dengan kerja ikhlas, cerdas, tuntas dan harus memiliki inovasi. Kami harap pemerintah mendukung per­modalan dan marketnya bagi para pelaku usaha kecil seperti saya,” pung­kasnya.

(ads/b/els/wan)