Pemkot Serang Cabut Izin Pedagang yang Tak Jual Garam Beryodium

by -

METROPOLITAN.ID | TANGERANG –  Dua puluh persen dari jumlah penduduk di Kota Serang diketahui belum mengkonsumsi garam beryodium. Padahal, garam beryodium mempunyai pengaruh terhadap keceradasan dan proses tumbuh kembang.

“Di tahun 2016, masih 20 persen warga yang belum mengkonsumsi garam beryodium. Padahal, dampak nya jangka panjang, salah satunya terhadap kecedasan dan tumbuh kembang fisik,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis, kemarin.

Dia menjelaskan, masyarakat bisa membedakan mana garam yang mengandung yodium dan tidak dari warna garam tersebut. Secara kasat mata, garam beryodium berwarna putih, sedangkan yang tidak mengandung yodium berwarna keungu-unguan.

Toyalis menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomi 1 Tahun 2014 tentang Garam Beryodium, pedagang bisa dicabut izin dagangnya jika kedapatan tidak menjual garam beryodium.

“Kalau ada pedagang yang tidak menjual garam beryodium, Pemerintah Daerah bisa mencabut izin dagangnya,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *