Enam Bulan Sakit, Dinkes Obati Penderita Paru-paru

by -

BOGOR – Tubuh Herawati (35) terbaring lemah di sebuah kasur yang diampar di ruang tamu. Kasur panjang yang hanya memuat tubuhnya itu berada di antara ruang tamu dan dapur. Siang itu, ia tak menyangka akan mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Siti Rubaeah bersama jajaran pemerintah kota (pemkot) lainnya.

Sudah enam bulan, warga Kampung Bojongneros, RT 05/13, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu menderita paru-paru. Namun karena keku­rangan biaya, ia pasrah melihat tubuhnya terus digerogoti penyakit mematikan itu. Bah­kan, berat badannya meny­usut hingga 15 kilogram.

Kepala Dinkes Kota Bogor Siti Rubaeah mengaku baru mengetahui ada warga Bogor yang menderita penyakit akut. Bahkan, ia kaget saat menge­tahui anak Herawati yang baru berusia 11 tahun harus mera­wat sendiri ibu dan neneknya. “Setelah kami tinjau, penyakit neneknya tidak terlalu parah, sehingga kami akan mengo­bati anaknya dulu. Makanya ibu Herawati akan dibawa ke RS Ummi Bogor yang lebih dekat,” ujarnya.

Jika melihat wajah Herawati yang pucat, badan kurus, tensi darah rendah dan tidak bisa berjalan karena terlalu lama tidur, diperkirakan suspect penya­kit parunya kambuh. Kalau anaknya sudah diobati, nantinya ia bisa membantu keuangan keluarga dengan berjualan lotek yang dulu sempat menjadi salah satu sumber mata pencaharian mereka. “Saya dulu suka ngera­sain lotek buatan nenek Su­haemi (63), karena saya dulu pernah bertugas di posyandu sini,” imbuhnya.

Sementara terkait pembi­ayaan selama perawatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan mem­fasilitasi keduanya sebagai peserta BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. Sebab, BPJS mandiri yang dimiliki keduanya sudah diblokir, ka­rena tak pernah membayar iuran setiap bulannya. “Waktu itu didaftarkannya kelas I oleh salah satu anaknya Bu Eem. Pasien ini tidak pernah bero­bat ke puskesmas, melainkan ke klinik swasta,” pungkasnya.

(del/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *