Korupsi Rp5 Miliar, Ketua Koperasi Ditahan Kejari

by -18 views

METROPOLITAN – Dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di­tahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi. Kini, kedua tersangka sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nyomplong Sukabumi.

Kedua tersangka yakni MA sebagai ketua Koperasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Kohippi) dijeblos­kan ke penjara pada Selasa (19/7). Sedangkan AR sebagai manajer ope­rasi pada Kohippi ditahan sejak Kamis (14/7) lalu. Keduanya terlibat dalam kasus dugaan korupsi kredit modal kerja sebesar Rp5 miliar. Dana sebesar itu berasal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah.

’’Tersangka MA sebelum kami tahan tadi sudah kami periksa, termasuk kese­hatannya. Sedangkan untuk tersangka AR sudah kami tahan beberapa hari lalu,’’ kata Kepala Kejari Kota Sukabumi Raja Ulung Padang didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Dede Sutisna.

Menurut Raja, penanganan kasus dugaan korupsi di Kohippi ini akan terus berproses. Sejak awal pihaknya sudah tegaskan tidak akan pilih-pilih dalam penanganannya. ’’Hanya masa­lah waktu saja. Kami yakin ini akan terus bergulir hingga ke persidangan dan untuk tersangka lainnya masih dikembangkan,’’ ujar dia.

Dede Sutisna menjelaskan, dugaan korupsi dana kredit modal kerja itu bersumber dari LPDB-KUMKM pada 2012 lalu. Namun, pada pelaksanaan­nya penyaluran dana tersebut tidak sesuai peruntukannya. ’’Tim penyidik sudah menemukan alat bukti. Nama penerima dana LPDB-KUMKM seba­nyak 45 orang, berbeda dengan nama yang terdapat dalam daftar definitif penerima,” jelas dia.

Atas perbuatannya, tersangka disang­kakan pasal primair Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang- Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan anca­man hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Ter­sangka juga disangkakan subsidair Pasal 3 Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31/1999 tentang Tipi­kor dengan ancaman hukumannya paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun. ”Saat ini kedua tersang­ka kami titipkan di Lapas Nyomplong sambil menunggu pemberkasan untuk pelimpahannya ke Pengadilan Tipikor di Bandung,’’ ujar Dede.

Kuasa hukum tersangka MA, Yeni Iry­ani mengatakan, pihaknya segera mela­kukan upaya hukum di antaranya penang­guhan tahanan. ’’Kami segera memohon penangguhan atau pengalihan penaha­nan,’’ kata Yeni.

(kps/els/run)