PGRI dan UPT Pendidikan Gunungsindur Gelar Halalbihalal

by -

GUNUNGSINDUR – Guna menjalin koordinasi dan silaturahmi sesama praktisi pendidikan, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Gunungsindur mengadakan halalbihalal yang dilaksanakan di ruang pertemuan PGRI Jalan Atma Asnawi, Kecamatan Gunungsindur, belum lama ini.

Selain dijadikan ajang silaturahmi, da­lam acara yang dihadiri ratusan guru serta unsur muspika tersebut diisi pula siraman rohani Islam oleh salah satu penceramah.

Ketua PGRI Kabupaten Bogor Nendi Rusnandi mengatakan, secara normatif halalbihalal adalah kelanjutan dari Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan substansi dari Idul Fitri adalah tercapainya kehidu­pan yang lebih baik. “Ada beberapa taha­pan yang harus dilakukan agar hidup menjadi lebih baik lagi, baik secara per­sonal, keluarga hingga menjadi pemim­pin yang baik,“ ungkapnya.

Nendi menegaskan, penampilan serta moral yang baik sangat dibutuhkan untuk kehidupan yang lebih baik. Penampilan yang baik tak hanya pakaian saja, tetapi juga tutur kata dan bahasa yang baik. “Semoga kegiatan ini bisa mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Selain itu, Nendi berharap adanya ke­giatan tersebut akan membuat organi­sasi PGRI lebih solid. Sehingga acara tersebut dapat meningkatkan kinerja yang baik guna menciptakan pemimpin bang­sa di masa mendatang.

Sementara Kepala UPT Pendidikan Gunungsindur dalam sambutannya yang diwakili Kasubag TU Amat Asropi me­minta semua pihak dapat meningkatkan kinerja sebagai bentuk pengabdian ke­pada masyarakat.

Perwakilan Polsek Gunungsindur yang diwakili Wakapolsek Gunungsindur AKP Ahmad Wirjo mengingatkan para guru agar lebih waspada dan berhati-hati, teru­tama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaks­anaan undang-undang. “Jangan sampai ada guru bermasalah, terutama masalah narkoba. Jadi guru harus lebih waspada dan berkualitas, termasuk semua pihak yang ada di lingkungan sekola,“ imbaunya.

Sementara dalam tausiahnya, KH Zein Rofik Fahrudin menegaskan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. “Mulai dari TPA, TK dan seterusnya. Sekarang ini banyak guru terkena diskriminasi dan hikmahnya adalah bagaimana para guru bisa introspeksi dan bisa memperbaikinya,“ ujar mubalig asal Depok tersebut.

(sir/b/ sal/run)

Loading...