Rela Dilempari Batu demi Tegakkan Perda

by -1 views

Kejar-kejaran dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) jadi pengalaman berkesan bagi Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi yang baru dilantik pekan lalu. Lelaki yang sudah 22 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu terbilang cukup berpengalaman di dunia penertiban. Empat tahun ia sempat bertugas di instansi yang terkenal sebagai penegak peraturan daerah (perda) itu. Pengalaman dicaci-maki pedagang, dilempari batu sampai harus bersembunyi di kali demi menghindari amukan pedagang berhasil dilewatinya.

PADA 2005 menjadi wak­tu yang bersejarah bagi Herry selama bertugas se­bagai PNS. Jabatan sebagai kepala seksi (kasi) dalops menuntut perannya dalam melakukan eksekusi pener­tiban besar-besaran di Pasar Anyar. Dengan jumlah per­sonel yang terbatas, ia harus menertiban ribuan pedagang yang menyesaki kawasan Pasar Anyar. Di tengah ka­wasan padat dan kumuh, Hery pun dituntut member­sihkan kawasan tersebut agar bebas PKL.

Meski sudah berulangkali ditertibkan, pada 2007 me­reka (PKL, red) kembali masuk dan harus ditertibkan sesuai aturan pemerintah daerah. Tak heran, bila ia bersama rekan sejawatnya di Satpol PP sering jadi bu­lan-bulanan amukan peda­gang.

“Ya, setiap kali penataan kami memang sering ditim­pukin, dikejar-kejar peda­gang. Saya masih ingat waktu penertiban MA Sal­mun, sampai teman saya terpaksa lari masuk kali. Sedangkan saya sembunyi di Kantor PGN,” kenang pria yang pernah mengikuti wa­jib militer di Kodam Bukit Barisan itu.

Meski begitu, Hery menga­ku tetap memegang prinsip untuk berbaik sangka kepada Sang Pencipta. Itulah yang membuatnya tak pernah gen­tar setiap kali harus dimu­tasi kepala daerah. Berbagai jabatan pernah disandangnya. Hingga saat menjadi camat Bogor Selatan, Hery memu­tuskan ikut serta dalam se­leksi lelang jabatan.

“Termasuk waktu saya jadi sekcam di Bogor Timur, ke­mudian dipindah ke Satpol PP. Jujur, awalnya posisi itu tidak saya inginkan. Tapi ru­panya Allah punya rencana baik, sehingga hari ini saya justru jadi pimpinannya,” ujar mantan kasi pemerintahan di Kecamatan Tanahsareal itu saat berbincang dengan Metropolitan, kemarin.

(del/b/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *