Niat masyarakat menyambangi wakilnya untuk bertatap muka di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak semudah seperti sebelumnya. Sudah dua tahun berjalan ini, pintu masuk ke sejumlah ruangan yang biasa digunakan untuk menumpahkan aspirasi dipagari kunci sidik jari (finger print). Ruangan itu hanya bisa dimasuki ketua dan anggota dari masing-masing fraksi. Sistem pengamanan tersebut semakin menjauhkan legislatif dengan rakyat sendiri, sehingga membuka ruang terjadinya pemufakatan jahat antara anggota legislatif dengan pihak tertentu. Gedung DPRD itu pun tercoreng.

METROPOLITAN – DOSEN Fisip Universitas Dju­anda Beddy Iriawan Maksudi mengatakan, pemberlakuan finger print merupakan sebuah kebijakan yang hanya mengun­tungkan segelintir pihak. Pada­hal, semangat menyelimuti gedung dewan itu kebijakannya harus berorientasi kepada ke­pentingan umat. Jika rumah rakyat tertutup, kata Beddy, maka peluang melakukan pe­mufakatan jahat yang bisa meru­gikan masyarakat luas terbuka lebar.

“Ingat, mereka itu digaji untuk membela kepentingan rakyat. Jangan sampai ada garis pemisah antara parlemen dengan masyarakat yang membuat hubungan kedua belah pihak malah menjauh,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Beddy menegaskan bahwa lembaga publik itu harus membuka pintu informasi untuk kepentingan publik. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk keterbu­kaan lembaga legislatif kepada masyarakat. Sebagai wakil rakyat, lanjut Beddy, harus cakap menyikapi bermacam problematika yang terjadi di tengah masyarakat. “Ti­dak boleh mereka menolak seandainya ada konstituen­nya datang ke gedung dewan atau awak media yang hendak melakukan konfirmasi,” terang Beddy.

Terpisah, Sekretaris DPRD Bambang Budianto menjelaskan, finger print untuk mencegah keluar masuknya orang tak dikenal. Walau­pun ini rumah rakyat, lanjut Bambang, pihaknya tetap mempunyai aturan untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan.

Bambang mengaku tidak tahu tentang besaran anggaran pengadaan finger print. “Saya tidak mau nanti terjadi kehilangan. Keamanan merupakan bagian tanggung jawab saya,” katanya.

(del/e/dik/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here